Penghapusan Syarat Rapid Antigen Belum Signifikan Naikkan Kunjungan Wisata

Sejumlah wisatawan sedang bermain di kawasan Pantai Slili di Kalurahan Sidoharo, Tepus. Minggu (31/1/2021). - Harian Jogja/David Kurniawan.
03 Februari 2021 10:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – Pemkab Gunungkidul telah mencabut persyaratan hasil rapid test antigen untuk wisatawan dari luar DIY sejak 26 Januari lalu. Meski demikian, kebijakan tersebut belum signifikan mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gununungkidul, Hary Sukmono mengatakan, sepanjang awal Januari jumlah kunjungan wisata di Gunungkidul mencapai 134.478 orang. Tingkat kunjungan ini terbanyak datang bertepatan dengan libur awal tahun karena sampai 10 Januari tercatat 101.572 pengunjung.

BACA JUGA : Ada Calon Penumpang KA di Stasiun Jogja Belum Tahu

Sedangkan sisanya sebanyak, 32.906 pengunjung merupakan jumlah kunjungan wisatawan selama penerapan PTKM di Gunungkidul. “Kalau dibandingkan dengan awal bulan dengan saat penerapan PTKM memang jauh jumlahnya,” kata Hary kepada wartawan, Selasa (2/2/2021).

Dia menjelaskan, untuk PTKM sudah mengalami perpanjangan satu kali karena kebijakan tersebut seharusnya berakhir pada 25 Januari lalu. Namun dikarenakan kebijakan dari Pemerintah Pusat untuk perpanjangan maka pembatasan aktivitas ini dilanjutkan hingga 8 Februari mendatang.

Hary mengungkapkan di masa perpanjangan PTKM ada kebijakan baru karena tidak lagi mewajibkan wisatawan dari luar DIY membawa rapid test antigen dengan hasil negatif. Meski demikian, ia mengakui belum memberikan dampak signifikan terhadap tingkat kunjungan.

BACA JUGA : Simak Aturan Lengkap Wajib Rapid Antigen untuk Syarat

Sebagai gambaran pekanpertama perpanjangan PTKM (26-31 Januari) kunjungan wisata mencapai 12.321 orang. Sedangkan selama PTKM tahap pertama ada kunjungan sebanyak 20.585 pengunjung. “Masih ada satu minggu lagi hingga PTKM tahap kedua berakhir. Tapi kalau dilihat dari tren memang ada peningkatan, meski jumlahnya belum banyak,” ungkapnya.

Di triwulan pertama 2021, Hary mengaku tingkat kunjungan tidak akan signifikan. Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, di triwulan pertama merupakan masa low season. “Trennya memang seperti itu. Nanti akan ada kenaikan pas libur lebaran,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, selama uji coba pembukaan destinasi wisata telah membuat aturan menyangkut dengan penerapan protokol kesehatan. Menurut dia, protoko ini menjadi bagian dari adaptasi kebiasaan baru untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus di kawasan wisata.

BACA JUGA : Masuk Jogja Wajib Bawa Hasil Rapid Antigen

“Pengunjung wajib pakai masker, menjaga jarak. Selain itu, kami juga menyediakan fasilitas cuci tangan. Untuk jaga jarak, jumlah kunjungan juga dibatasi separuh dari kapasitas normal,” katanya.

Asti menambahkan, selama uji coba ada satu hari libur yang digunakan untuk kegiatan bersih-bersih hingga upaya sterilisasi di kawasan wisata. “Dulu liburnya setiap Senin, tapi mulai Januari diubah setiap Jumat,” katanya.