Advertisement
Pertama Dalam Sejarah Merapi, Muncul Kubah Lava Kedua
Kubah lava Gunung Merapi terlihat dari Dam Sabo Kali Gendol, Bronggang, Cangkringan, Sleman, Minggu (12/4/2020). - ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Sebuah fenomena tak lazim dan merupakan pertama kali dalam sejarah muncul di Gunung Merapi.
Kepala Balai Pengembangan dan Penyelidikan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida menyatakan saat ini pihaknya mengamati munculnya kubah lava kedua yang terletak di tengah kawah.
Advertisement
Hal ini kata dia, merupakan pertama kalinya terjadi dalam sejarah erupsi Merapi, terdapat dua kubah lava dalam satu erupsi yang sama.
Meski demikian ia memastikan kubah lava kedua ini saat ini volumenya masih kecil dan kecepatan tumbuhnya sangat lambat. “Sehingga kalau terjadi awan panas jarak jangkauanya belum sampai permukiman. Maka rekomendasi [potensi bahaya 5 km] belum berubah,” katanya, Jumat (5/2/2021).
BACA JUGA: KAI Resmi Buka Layanan GeNose di Empat Stasiun, Ini Daftarnya
Kubah lava kedua ini mulai teramati pada awal Januari. Namun karena belum ada pertumbuhan, saat itu kubah lava ini masih dianggap gundukan biasa. “Assessment bahayanya belum signifikan dalam artian masih belum terlalu besar,” ungkapnya.
Adapun terkait potensi lahar hujan paling besar menurutnya ada di Sungai Boyong dan Krasak. “Karena sekarang curah hujan sangat tinggi, potensi terbawanya material lama juga besar yang ada di atas,” ujarnya.
Kondisi saat ini, di hulu Sungai Boyong dan Krasak terdapat endapan awan panas sebesar 262.000 meter kubik. Adapun kubah lava saat ini memiliki volume sebesar 117.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan 13.000 meter kubik per hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KPK Hadirkan Gubernur Jatim Khofifah di Sidang Korupsi Dana Hibah
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- APBD Sleman 2026 Gelontorkan Rp5,24 Miliar Rehabilitasi Sosial
- Pemkot Jogja Anggarkan Rp14,8 Miliar Perkuat Drainase 2026
- Ngaku Polisi Saat Beraksi, Begal Motor Diringkus di Pundong Bantul
- Disdukcapil Bantul Catat Paranormal hingga Tabib di Kolom KTP
- Gunungkidul Tunggu Izin Kemendagri untuk Pemilihan Lurah 2026
Advertisement
Advertisement



