Buka Warung Sate Saat Pandemi, Pria Ini Rekrut Korban PHK

Agus Sumaryanto saat membantu membakar sate di warung miliknya Minggu (7/2/2021). - Harian Jogja/Sunartono
07 Februari 2021 22:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Banyak tempat usaha bertumbangan alias gulung tikar akibat pandemi Covid-19. Korban PHK pun bermunculan dari berbagai sektor usaha tak terkecuali usaha kuliner di wilayah DIY.

Namun seorang pria bernama Agus Sumaryanto justru membuka sebuah warung kuliner yang menyajikan berbagai jenis menu daging kambing. Pria yang juga anggota Fraksi Partai Golkar DPRD DIY ini memberi nama warung dengan sebutan Sate Kambing Pak Dewan dengan alasan agar mudah diingat. Warung sate berlokasi di Jalan Kaliurang Km. 10 Sleman ini dibuka awak Desember 2020 itu sebagai upaya untuk mengedukasi masyarakat agar tetap bangkit berusaha.

"Alasannya di situasi pandemi memang kita harus bangkit berusaha, jangan sampai nglokro [tidak semangat] dengan kondisi perekonomian yang sulit ini. Sebagai edukasi kepada masyarajat bahwa saat pandemi harus tetap semangat berusaha," katanya Minggu (7/2/2021).

Baca juga: Hasil Survei: Masyarakat Tak Setuju Pilkada Digelar Bareng Pilpres dan Pileg 2024

Agus Sumaryanto merekrut 15 karyawan yang semuanya merupakan korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dari sejumlah warung makan di DIY. Di mana warung terpaksa harus tutup akibat pandemi Covid-19.

"Kami merekrut 15 karyawan, mereka rata-rata sebelumnya bekerja di rumah makan tetapi karena pandemi terpaksa tutup. Akhirnya mereka saya ajak bergabung di sini. Itu motivasi saya. Masyarakat saat ini butuh kerja dan makan. Kesusahan akibat terpuruknya perekonomian ini sangat luar biasa," ujarnya.

Di sela-sela aktivitasnya sebagai anggota legislatif, Agus Sumaryanto masih menyempatkan membantu kegiatan di warung bersama istrinya, terutama saat hari libur. Hal itu dilakukan untuk memberikan semangat kepada karyawannya sekaligus memastikan bahwa protokol kesehatan berjalan dengan baik. Sekaligus melakukan komunikasi dengan masyarakat untuk menjaring aspirasi.

Baca juga: Kasus Covid-19 Dekati 1,2 Juta, Indef Sarankan Pemerintah Pertimbangkan Lockdown

Ia selalu berusaha memastikan agar prokes berjalan ketat. Setiap tamu yang masuk harus melalui cuci tangan dan meja harus sesuai dengan prokes serta menyediakan hand sanitizer di setiap meja tamu.

Di sisi lain Agus Sumaryanto melakukan inovasi berbeda dengan warung masakan kambing lainnya. Salah satunya menampilkan menu Kicik Pete yang merupakan perpaduan antar daging kambing bakar manis dicampur pete goreng. Selain itu ada Kicik Telur yang merupakan perpaduan antara daging kambing bakar manis dengan telur dadar.

"Kemudian ada minuman rempah-rempah untuk meningkatkan imun tubuh. Kami berusaha menyajikan menu yang berbeda, prinsipnya kami harus inovasi di tengah pandemi ini," ujarnya.

Selama penerapan PTKM ia mengakui adanya penurunan pengunjung lebih 50 persen. Kenyataan itu berdampak pula pada pendapatan warungnya. "Tetapi kami tetap berusaha jalan terus, karena semangat kami agar memberikan manfaat bagi orang lain, tidak mungkin kami menghentikan karyawan. Semoga situasi kembali normal," ucapnya.