Bahas Isu Lingkungan & Budaya, Mahasiswa UII dan Universitas Asing Gelar Pertemuan Virtual

Ilustrasi Buku - Reuters
13 Februari 2021 06:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Universitas Islam Indonesia (UII) menambah intensitas pertemuan internasional secara daring bagi mahasiswa di kelas internasional. Salah satunya melalui program yang tergabung dalam konsorsium internasional Passage to Asean atau dikenal dengan P2A.

Direktur Kantor Urusan Internasional UII Dian Sari Utami menjelaskan pandemi Covid-19 sangat berdampak pada berbagai sektor kehidupan manusia secara global, termasuk dampak terhadap mobilitas internasional di bidang pendidikan. Mengingat adanya pembatasan pada aktivitas manusia untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Pertemuan internasional pun belum memungkinkan untuk dilaksanakan secara fisik namun secara daring.

BACA JUGA : Jumlah Dosen UII dengan Kualifikasi Doktor di Atas Angka

“Sebagai tindak lanjut dari implementasi mobilitas maya tersebut, kami berinisiatif untuk turut serta dalam mobilitas maya bersama mitra P2A yang dalam hal ini adalah Rangsit University Thailand dan Dicle University Turki,” katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Sabtu (13/2/2021).

Pertemuan daring antar mahasiswa secara internasional ini dilaksanakan dari Februari hingga Maret 2021 dengan menyajikan sejumlah topik bahasan yang berbeda. Antara lain tema tentang lingkungan melalui sharing antara kondisi di negara dan materi tentang budaya yang diharapkan bisa saling memberikan pemahaman antar budaya. Pihaknya bertekad untuk berperan aktif dalam berbagai kegiatan internasionalisasi untuk menuju perguruan tinggi berkelas dunia (world class university).

Ia mengatakan, melalui pertemuan dunia maya itu diharapkan dapat meningkatkan jumlah mahasiswa internasional yang mengikuti mobilitas jangka pendek di UII. Selain itu memperkenalkan Indonesia kepada negara anggota P2A di Asean.

BACA JUGA : UII Terima 6 Mahasiswa Nonmuslim 

“Selain itu harapannya dapat mempererat jaringan kerja sama bilateral dengan negara anggota P2A; dan menambah wawasan dan pengalaman terkait topik yang menjadi bahasan utama, serta potensi membentuk jejaring internasional bagi mahasiswa,” katanya.