UII Terima 6 Mahasiswa Nonmuslim

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni UII Rohidin dalam Pesona Taaruf UII, Minggu (14/9/2020). - Ist/uii.
14 September 2020 07:27 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Universitas Islam Indonesia (UII) menerima enam mahasiswa nonmuslim di tahun akademik 2020/2021. Mereka mengikuti Pesona Taaruf (Pesta) UII 2020 bersama ribuan mahasiswa baru (maba) lainnya digelar pada Rabu (9/9/2020) hingga Minggu (13/9/2020).

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni UII Rohidin menjelaskan pada tahun akademik 2020 ini pihaknya menerima maba nonmuslim sebanyak enam orang. Mereka semuanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dua orang di antaranya melalui jalur prestasi atlet dan empat maba dari jalur tes umum.

BACA JUGA : Mahasiswa Desak Kampus UII Bikin Regulasi Penanganan

“Untuk dua yang beasiswa penuh ini dia atlet basket, masuk di Fakultas Ekonomi, satu dari wilayah DIY dan satunya lagi dari Medan,” ungkapnya Minggu (13/9/2020).

Ia menilai jumlah enam maba di tahun ini tergolong banyak dibandingkan tahun sebelumnya yang biasanya hanya satu atau dua maba saja. Pihaknya mengapresiasi adanya maba nonmuslin yang masuk melalui jalur beasiswa atlet, dalam hal ini olahraga basket. UII sendiri menjamin mahasiswa nonmuslim merasa nyaman berkuliah di kampus tersebut.

“Kami mencoba untuk inklusif, artinya UII perguruan tinggi yang sudah menobatkan diri sebagai perguruan tinggi rahmatan lil alamin itu harusnya menerima semuanya dan kami harus bisa menjamin kenyamanan saudara-saudara nonmuslim yang kuliah di UII,” ujarnya.

BACA JUGA : Rektor UII: Bagaimana Mungkin Diskusi Belum Digelar Tetapi 

Pihaknya telah memberitahu prodi tempat keenam mahasiswa tersebut akan mengikuti perkuliahan. Bahwa setiap dosen dalam memberikan perkuliahan harus bisa saling menyesuaikan. Ia mencontohkan, mahasiswa nonmuslim tidak diwajibkan untuk kegiatan agama yang bersifat praktik, selain itu disiapkan SDM secara khusus untuk membina sesuai keyakinan mereka.

“Seperti mata kuliah agama masih dapat karena sifatnya kognisi hanya untuk pengetahuan. Tetapi bersifat praktik itu mereka tidak diwajibkan, nanti kegiatannya diganti dengan kegiatan yang sifatnya khusus sesuai dengan keyakinan mereka. Itu dibina oleh pembina secara khusus, disiapkan SDM, kontennya sesuai dengan keyakinan mereka,” ucapnya.

Ketua Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) UII Pancar Setiabudi mengatakan Pesta 2020 diikuti secara online dengan melibatkan sedikitnya 300 panitia yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Baginya menangani kegiatan secara online melibatkan 6.000 maba ini merupakan pengalaman tersendiri bagi panitia. Apalagi maba UII tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan ada sejumlah perbedaan waktu seperti WIB dan WITA.

“UII memberikan tampilan yang baru dalam pelaksanaan Pesta secara online dan kami bisa melaksanakannya di tengah pandemi Covid-19,” katanya.