Penanganan Covid-19 DIY Diklaim Mulai Terkendali

Ilustrasi. - Freepik
13 Februari 2021 02:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Selama periode Desember 2020-Januari 2021 terjadi lonjakan kasus baru Covid-19 yang mengakibatkan tingkat keterisian tempat tidur (bed) untuk pasien Covid-19 di seluruh rumah sakit rujukan penuh. Kondisi saat ini berangsur nomal dan terkendali setelah rumah sakit rujukan menambah jumlah bed. Penambahan ini dilakukan setelah Kementerian Kesehatan mengeluarkan kebijakan penambahan bed 40% dari seluruh kapasitas bed rumah sakit.

Menurut Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito, Rukmono Siswishanto pada Januari hampir seluruh rumah sakit di Indonesia mengalami "stres berat" akibat lonjakan kasus baru, di mana kasus baru Covid-19 melonjak drastis sementara jumlah bed sangat terbatas. RSUP Dr Sardjito pun menambah kapasitas bed untuk pasien Covid-19 hingga 40% dari kapasitas bed sehingga penanganan pasien Covid mulai teratasi. "Itu terjadi hingga akhir Januari, seluruh Indonesia stres kecuali Papua [Ketika jumlah bed ditambah], dan saat ini sudah aman," kata Rukmono saat mengikuti Talkshow Online memperingati HUT ke-39 RSUP Dr. Sardjito bersama Harian Jogja, Rabu (10/2/2021).

Selain Rumkono, narasumber lainnya yang dihadirkan adalah Ketua Panitia HUT ke-39 RSUP Dr Sardjito, Ida Safitri. Talkshow online yang mengangkat tema Strategi RSUP Dr. Sardjito sebagai RS Rujukan Covid-19 tersebut dipandu oleh Redaktur Pelaksana Harian Jogja, Nugroho Nurcahyo Nugroho.

Menurut Rukmono, kemampuan test Covid-19 di DIY saat ini melebihi standar WHO, di mana capaiannya 193%. Saat lonjakan kasus terjadi, tracing dilakukan secara massif sehingga ditemukan banyak kasus baru. Menghadapi lonjakan kasus tersebut, sejumlah rumah sakit rujukan mengambil kebijakan hanya merawat pasien yang bergejala berat saja, sementara yang bergejala ringan hingga yang tanpa gejala melakukan isolasi mandiri.

Saat ini, kata Rukmono, jumlah pasien Covid-19 di DIY mulai menurun. Terbukti, dari 213 bed untuk pasien Covid-19 hanya terisi sepertiganya saja. Meskipun banyak bed yang tak terisi pasien, kata Rukmono, RSUP Dr Sardjito tidak mengurangi jumlah bed untuk pasien Covid-19. "Kapasitas 40 persen bed Covid tetap standby, tidak dihapus sesuai regulasi. Dari 40 persen itu, sebanyak 10% dialokasikan untuk tenaga kesehatan dengan jalur khusus," katanya.

Selama pandemi Covid-19 melanda, RSUP Dr Sardjito tetap melayani pasien non-Covid-19 sesuai protokol kesehatan. Dengan kebijakan tersebut, maka layanan kesehatan baik untuk pasien Covid-19 maupun non-Covid-19 tetap dilayani dengan baik. "Dua-duanya aman terlayani dan situasinya masih terkendali. Jadi kami minta maaf sebelumnya kalau sempat terjadi antrean ada kekurangan kamar karena kondisinya saat itu terbatas," katanya.