Cuaca Ekstrem, Gunungkidul Siapkan Perluasan Status Tanggap Darurat Bencana

Ilustrasi kondisi rumah yang rusak karena tertimpa tanggul yang longsor di Girisubo. - Ist/Dok Warga
13 Februari 2021 09:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – BPBD Gunungkidul memperluas status tanggap darurat apabila terjadi bencana alam. Hingga saat ini, status tersebut baru ditetapkan di Kapanewon Girisubo.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki mengatakan, hingga saat ini dampak dari cuaca esktrem baru dirasakan oleh warga di Kapanewon Girisubo. Hujan deras yang mengguyur wilayah itu mengakibatkan sejumlah masalah seperti banjir di sejumlah titik hingga putusnya jembatan di Songbanyu yang mengakibatkan terhambatnya akses masyarakat.

BACA JUGA : Warga Harus Memutar ke Jawa Tengah, BPBD Gunungkidul 

Sejak 2 Februari lalu, pemkab menetapkan status tanggap darurat di Kapanewon Girisubo hingga 15 Februari mendatang. Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi dari BMKG akan ada cuaca esktrem selama satu minggu ke depan.

Untuk antisipasi hal-hal yang tak diinginkan sudah menyiapkan beberapa rencana. Selain menginformasikan terkait dengan cuaca ekstrem ke relawan atau anggota Forum Pengurangaan Risiko Bencana (FPRB) di kalurahan untuk waspada, juga persiapkan skenario memperluas status tanggap darurat bencana.

“Memang baru ada di Girisubo, tapi tidak menutup kemungkinan diterapkan di kapanewon lain. Bahkan kalau, dampaknya menyeluruh status tanggap darurat bisa ditetapkan di tingkat kabupaten,” kata Edy kepada Harianjogja.com, Jumat (12/2/2021).

BACA JUGA : Covid-19 di Jogja Makin Meroket, Pemda DIY Perpanjang 

Meski demikian, untuk penetapan tanggap darurat tidak serta merta dilakukan karena mengacu pada dampak yang terjadi karena bencana. “Dilihat dari dampaknya seperti apa? Sebeb penetapan berkaitan dengan penanganan terhadap kerusakan yang terjadi akibat cuaca ekstrem,” ungkapnya.

Edy menambahkan, untuk potensi kerawanan bencana ada angin kencang, tanah longsor hingga banjir. “Angin kencang tersebar merata di seluruh wilayah. Sedangkan untuk longsor didominasi di wilayah utara, sedangkan untuk banjir ada di sepanjang aliran Kali Oya dan sungai di Mertelu Gedangsari,” katanya.