Umat Katolik dan Protestan Rayakan Rabu Abu, Ini Panduan Pelaksanaan di Masa Pandemi

Ilustrasi pengamanan gereja. - Harian Jogja/Jumali
17 Februari 2021 11:47 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Hari ini, Rabu (17/2/2021), seluruh umat Katolik dan Kristen Protestas di dunia merayakan Rabu Abu, yakni hari pertama masa Prapaskah dalam liturgi gerejawi. Rabu Abu jatuh 40 hari sebelum Hari Raya Paskah yakni kebangkitan Tuhan Yesus.

Dalam tradisi gereja, terutama Katolik, Rabu Abu menjadi kesempatan bagi umat untuk melakukan pantang dan berpuasa. Pada perayaan ini, seluruh umat akan diberikan tanda salib pada dahi menggunakan abu daun palma kering. Abu yang diberikan saat ekaristi atau ibadat ini menjadi wujud dari pertobatan manusia.

Karena Rabu Abu tahun ini masih dalam suasana pandemi, kegiatan Ekartisti maupun ibadat dilaksanakan dengan pembatasan, salah satunya dari sisi jumlah umat. Kondisi tersebut membuat perayaan dibagi dalam beberapa kloter sehingga perayaannya dimulai sejak Selasa (16/2/2021)) hingga Kamis (18/2/2021).

Pimpinan umat Katolik Keuskupan Agung Semarang (yang membawahi DIY dan sebagian Jawa Tengah), Mgr. Robertus Rubiyatmoko melalui akun Instagramnya @mgr.robertus.rubiyatmoko mengajak seluruh umat Katolik untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dalam pelaksanaan perayaan Rabu Abu tahun ini.

"Saudara saudariku, sebentar lagi kita akan merayakan Rabu Abu. Mohon diperhatikan panduan teknis Perayaan Rabu Abu dan Penerimaan Abu di masa pandemi covid-19.

Saudara saudariku, tetap patuhi protokol kesehatan setiap hari ya termasuk dalam mengikuti perayaan Rabu Abu. Selamat mempersiapkan hati untuk menyambut masa Prapaskah.
Berkah Dalem," tulisnya dikutip Harianjogja.com, Rabu.

Dalam unggahannya, Mgr. Rubi, panggilan uskup yang berasal dari Demangan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman tersebut, menyampaikan beberapa poin terkait pelaksanaan Rabu Abu 2021, diantaranya Misa atau ibadat dilaksanakan secara online dan/atau offline (tatap muka) dengan menerapkan prokes secara semestinya.

Misa/ibadat Rabu Abu dapat dilaksanakan di gereja, kapel, dan tempat-tempat lain yang memungkinkan dengan menerapkan prokes secara semestinya. Penerimaan abu dapat juga dilakukan di keluarga, lingkungan, dan komunitas biara.

Poin penting lainnya, masing-masing keluarga, lingkungan, dakomunitas biara yang mengikuti misa/ibadat Rabu Abu secara live streaming dapat menyediakan sendiri abunya kemudian dimintakan berkat berupa percikan air suci dari imam atau prodiakon dan pada waktunya diterimakan pada semua umat yang mengikutinya.

"Selamat menjalankan masa pra paskah," balas akun @bermariano terhadap unggahan Mgr. Rubi. 

"Mksh infonya Mgr. Robertus....slmt memasuki masa Prapaskah. Slm sehat.," tulis joice_manus.

Pesan Kemenag

Melalui akun Twitternya @Kemenag_RI, Kementerian Agama RI juga menyampaikan pesan kepada umat Katolik untuk perayaan Rabu Abu tahun ini. 

"Hari ini, umat Katolik memasuki masa Prapaskah yang dimulai dengan perayaan Ibadah Rabu Abu. Selamat menjalani retret agung dengan berpantang dan berpuasa. Tetap patuhi Prokes. Tuhan memberkati," tulis Kemenag. 

Sumber : Instagram