Meski Zona Hijau, Kalurahan di Sleman Tetap Sediakan Selter untuk Pasien Covid-19

Gedung selter atau tempat karantina bagi pasien Covid-19 di Kalurahan Kepuharjo, Selasa (16/2/2021). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
17 Februari 2021 02:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Belum semua selter di kalurahan terdata di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Sleman. Meski belum terdata, namun kalurahan tetap menyediakan selter bagi warga yang terpapar Covid-19.

Hal tersebut diungkap oleh Lurah Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan, Heri Suprapto. Dia mengatakan, meskipun saat ini wilayahnya masuk zona hijau ketentuan agar kalurahan menyediakan selter tetap dilaksanakan. Selain di kalurahan, selter juga disediakan di beberapa dusun. "Kami menyediakan selter sejak awal pandemi," kata Heri, Selasa (16/2).

Dia menunjukkan keberadaan selter di belakang Gedung Kalurahan Kepuharjo. Selter tersebut terdiri dari dua kamar. Satu kamar berisi kasur spring bed lengkap dengan sprai berwarna merah. Satu kamar lainnya hanya berisi kasur busa di atas lantai dan dilengkapi dengan alas tikar. Fasilitas selter juga dilengkapi dengan kamar mandi dalam serta dapur di ruang lain.

Baca juga: Klaster Kalurahan Concat, 10 Orang Terinfeksi Covid-19

"Tanggal 12 Februari kemarin seorang warga sudah menyelesaikan masa karantina. Jadi saat ini selter tidak dipakai. Saat ini Kepuharjo sudah zona hijau," ujar Heri.

Keberadaan selter di tiap kalurahan juga diamini oleh Panewu Cangkringan, Suparmono. Dia mengatakan lima kalurahan di wilayahnya dilengkapi dengan selter. Kondisi tersebut terjadi sejak awal masa pandemi. Sampai saat inipun, selter itu masih bisa dipakai jika ada warga yang membutuhkan tempat karantina. Hanya saja, katanya, masyarakat lebih memilih isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Lokasi selter ada yang menggunakan rumah penduduk seperti di Kalurahan Argomulyo, ataupun gedung sekolah seperti di Kepuharjo. Di Glagaharjo menggunakan fasilitas kalurahan. Untuk Wukirsari dan Umbulharjo menggunakan barak pengungsian," ungkapnya.

Baca juga: Positif DIY Tembus 25.355 Kasus

Data tersebut berbeda dengan data yang dimiliki DPMK Sleman di mana sejak awal Februari, dari 86 kalurahan hanya tujuh kalurahan yang menyediakan selter. Masing-masing Sumberrejo, Merdikorejo dan Margorejo (Tempel), Tirtomartani (Kalasan), Sambirejo (Prambanan), Wukirsari (Cangkringan), dan Sumbersari (Moyudan). "Kami sudah sejak awal mendorong pengadaan selter di tingkat kalurahan ini," kata Kepala DPMK Sleman Budiharjo.

Hanya saja, kata Budi, upaya tersebut mengadapi kendala seperti gedung selter dan juga tenaga petugas yang memahami penanganan pasien Covid-19. Kesulitan tenaga SDM tersebut, lanjut Budi masih bisa dimaklumi karena tidak semua petugas memiliki dasar ilmu kesehatan. Apalagi, saat menangani penyakit yang dihadapi ini sifatnya pandemi.

"Sebenarnya bimbingan teknis oleh Dinkes dan puskesmas kepada pamong kalurahan sudah pernah dilakukan. Itu dulu. Nah, selama PPKM Mikro ini, kemungkinan akan dilakukan refreshing kembali," kata Budi.

Sesuai Instruksi Bupati No.04/2021 disebutkan ketentuan isolasi mandiri bagi pasien positif dan kontak eratnya dengan pengawasan ketat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sleman, per 15 Februari 2021 terdapat 608 RT yang masuk zona kuning, tidak ada RT yang masuk zona oranye dan merah. Sisanya, sekitar 6.400 RT masuk kategori zona hijau.

Menurut Budi, sebelum pemberlakuan PPKM, kalurahan telah menerapkan program solidaritas tetangga yakni pemenuhan kebutuhan dasar pasien yang menjalani isolasi mandiri. Kebutuhan warga yang menjalani isolasi dibantu oleh tetangga sekitar. "Saat ini sesuai Instruksi Bupati, maka bantuan kebutuhan dibebankan pada APBD provinsi maupun kabupaten, dan APB kalurahan," ujarnya.