Klaster Kalurahan Concat, 10 Orang Terinfeksi Covid-19

Ilustrasi. - Freepik
16 Februari 2021 19:57 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman terus melalukan penelusuran atau tracing terhadap orang dekat para pamong Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, yang terkonfirmasi positif.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengatakan 10 kasus positif di Kalurahan Condongcatur tidak semua berstatus pamong. Hanya tujuh orang yang berstatus pamong kalurahan Condongcatur, satu kasus pegawai Ekobang Kapanewon Depok dan dua lainnya merupakan warga. "Jadi ada 12 orang yang awalnya diswab karena kontak erat dengan pasien Covid-19. Itu pada Rabu (10/2/2021). Hasilnya 10 orang positif, 7 perangkat desa, 1 pegawai ekobang dan 2 orang warga," katanya, Selasa (16/2/2021).

BACA JUGA: Update Covid-19 16 Februari: Kasus Positif Tambah 10.029

Dinkes kemudian melakukan tracing terhadap kontak erat pada Senin (15/2/2021). Tracing kontak erat tersebut dilakukan kepada 21 orang. Sebanyak 15 orang kepada keluarga pamong dan enam orang lainnya di luar pamong kalurahan. Dinkes masih menunggu hasil tracing kontak erat terhadap para pamong yang terkonfirmasi positif. "Untuk periksaan swab kemarin belum keluar hasilnya," ujar Joko.

Rencananya lanjut Joko, Rabu (17/2/2021) atau Kamis (18/2/2021) ini, Dinkes akan menggelar rapid Antigen bagi Bhabinsa, Bhabinkamtibnas dan anggota Destana yang juga melakukan kontak erat dengan salah satu perangakat yang positif. "Ada satu perangkat yang positif saat persiapan kunjungan panglima TNI. Jadi kami akan melalukan rapid Antigen," katanya.

Sebelumnya, Carik Condongcatur Sugiyanto mengatakan, pelayanan kantor kalurahan ditutup sementara sejak Senin (15/2/2021) hingga Rabu (17/2/2021). Selama ditutup, lingkungan kantor akan disterilisasi oleh destana Condongcatur. Alasan penutupan dilakukan karena sejumlah pamong termasuk Lurah Condongcatur Reno Chandra Sangaji terpapar Covid-19.

Selain itu, seluruh pamong yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien positif dan menunjukkan gejala akan menjalani tes PCR di Puskesmas Depok 2. "Kami berencana membuka pelayanan pada Kamis 18 Februari mendatang, kecuali situasi menyatakan lain," katanya.