Kulonprogo Serius Kembangkan Durian

Bupati Kulonprogo Sutedjo menjajal durian khas Girikerto di Embung Kleco, Kapanewon Girimulyo, Kulonprogo, Rabu (17/2/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
17 Februari 2021 17:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Komoditas durian asal Dusun Ngesong, Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Girimulyo, Kulonprogo, mampu bersaing di pasaran. Kelompok tani di Girimulyo mengaku mereka tak kesulitan menjual durian yang sudah ditanam sekitar empat tahun di lahan yang berada dekat dengan Embung Kleco.

Ketua Kelompok Tani Mardi Lestari Sukadi mengatakan para petani tidak harus turun ke jalanan untuk menjual durian.

BACA JUGA: Diawali Dentuman, Belasan Sumur Warga Klaten Ambles

"Sementara ini untuk penjualan masih gampang, masih mudah. Mekanisme penjualan itu kami dengan pesanan. Jadi dari kelompok tani tidak menjual ke pasar. Dari luar daerah saja sudah banyak yang mencari ke sini. Baik kelompok maupun perorangan. Kebanyakan perorangan," ujar Sukadi saat panen perdana durian di Embung Kleco, Kapanewon Girimulyo, Rabu (17/2).

Dalam sekali panen kelompok tani yang diketuainya bisa memanen sebanyak sekitar 250 buah durian. Rata-rata satu pohon durian bisa menghasilkan 20 buah. “Namun ada juga yang lebih dari 20 buah,” ujar Sukadi.

Harga durian khas Girimulyo dibanderol Rp60.000 per kilogramnya. Durian yang ditanam di Embung Kleco ada tiga varietas, yakni durian Musang King, Menoreh Kuning, dan Montong.

“Yang paling cocok adalah Menoreh Kuning dan dan Montong. Kedua varietas itu yang paling laku di pasaran. Satu buah durian bisa mencapai lima bahkan sampai sembilan kilogram," kata Sukadi.

Bupati Kulonprogo Sutedjo mengapresiasi Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Kapanewon, Kalurahan, Yayasan Obor Tani, beserta kelompok tani pengelola kawasan embung Kleco.

BACA JUGA: Dokter Perempuan Indonesia Pertama, Marie Thomas Masuk Google Doodle

"Di masa PTKM ini, kegiatan panen durian ini telah dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Acara ini merupakan agenda rutin yang kami laksanakan setiap tahunnya, saat sedang musim panen buah, khususnya buah durian dengan tujuan mempromosikan potensi buah-buahan dan agrowisata di Kabupaten Kulonprogo," terangnya.

Saat ini luas tanaman durian di Kulonprogo mencapai 1.891 hektare.