Advertisement

3.000 Nakes di Gunungkidul Telah Divaksin

David Kurniawan
Jum'at, 19 Februari 2021 - 10:57 WIB
Sunartono
3.000 Nakes di Gunungkidul Telah Divaksin Ilustrasi. - Reuters

Advertisement

Harianjogja.com, WONOSARI – Sedikitnya 3.026 tenaga kesehatan telah disuntik pertama untuk vaksinasi corona. ditargetkan di akhir bulan ini seluruh tenaga kesehatan ini telah selesai menjalani proses vaksinasi secara keseluruhan.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, total ada 3.026 tenaga kesehatan yang menjalani vaksinasi corona. hanya saja, belum semua petugas menjalani penyuntikan kedua karena ada yang baru disuntik pertama vaksin sinovac.

BACA JUGA : Hari Ini, Nakes Lansia di Sleman Akan Disuntik Vaksin Covid 

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

“Proses masih jalan, tapi untuk data penerima vaksin sudah tidak berubah karena sudah sesuai dengan kuota. Nanti, petugas yang belum divaksin akan diikutkan di tahap selanjutnya,” kata Dewi, Kamis (18/2/2021).

Menurut dia, untuk suntikan vaksinasi kedua ditarget selesai di akhir bulan ini. sesuai dengan aturan dalam vaksin ini, setiap penerima akan disuntik sebanyak dua kali dengan rentang waktu selama 14 hari.

“Jadi masih proses. Hingga saat ini pelaksanaan vaksin berjalan lancar, meski ada ratusan tenaga medis yang batal divaksin karena tidak memenuhi syarat pada saat dites kesehatan,” katanya.

Disinggung mengenai vaksinasi tahap kedua, Dewi mengakui masih dalam proses pendataan. Rencananya, vaksinasi ini menyasar pelayan publik tidak hanya menyasar ke pegawai di lingkup pemkab. Namun, pelaksanaannya vaksin juga diberikan kepada layanan publik tidak hanya untuk pengawai di lingkup pemkab, namun juga menyasar para guru, pekerja layanan publik di sektor formal dan informal.

BACA JUGA : 37 Juta Petugas Publik dan Lansia Siap Divaksin Covid

Selain itu, pedagang pasar hingga pelaku usaha di sektor wisata dan perhotelan juga masuk prioritas untuk vaksinasi tahap kedua ini. “Masih didata dan prosesnya melibatkan OPD terkait. Misal untuk guru, pendataan dilakukan oleh disdikpora,” katanya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Anies Siap Jadi Capres 2024, Ahmad Muzani Ungkit Jasa Gerindra di Pilgub Jakarta 2017!

News
| Rabu, 28 September 2022, 21:57 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement