Masih Menunggu, Kulonprogo Belum Punya Vaksin untuk Tahap Kedua

Foto ilustrasi: Vaksinator menyiapkan vaksin COVID-19 Sinovac dosis kedua sebelum disuntikan ke tenaga kesehatan saat Gebyar Vaksin COVID-19 di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/2/2021). - ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
19 Februari 2021 05:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Pemerintah Kabupaten Kulonprogo fokus dalam melakukan pendataan terhadap petugas pelayanan publik seiring dengan pelaksanaan vaksinasi tahap kedua di Bumi Binangun.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati mengatakan pihaknya tidak membedakan antara lansia dan petugas pelayanan publik dalam melakukan pendataan vaksinasi tahap kedua.

"Kita tidak membedakan antara lansia dan petugas pelayanan publik, jadi saat ini yang kita data ya semua petugas pelayanan publik, kami masih melakukan pendataan kepada sasaran vaksinasi, upaya skrining nanti," ujar Baning saat diwawancarai pada Kamis (18/2/2021).

Baca juga: Begini Syarat yang Diajukan BPOM untuk Vaksin Covid-19 Mandiri

Waktu pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap kedua juga masih menunggu vaksin tiba di Kulonprogo. Walaupun, tanggal 17 Februari 2021 lalu, upaya vaksinasi tahap kedua sudah dilakukan di Jakarta.

"Kalau perintah Presiden kan Minggu ini sudah bisa dilakukan. Tapi kan kami belum punya vaksinnya. Target kami Maret sudah dilakukan vaksinasi Covid-19 tahap kedua," imbuhnya.

"Nah, tergantung kalau vaksinnya bisa datang di Minggu keempat bulan Februari ya Maret kita jalan, karena fasyankes kita juga sudah siap," terangnya.

Baca juga: Satgas Covid-19 Tegaskan Belum Ada Varian Baru Covid-19 di Indonesia

Pendataan kepada sasaran vaksinasi tahap kedua yakni kepada petugas pelayanan publik juga tercatat sudah menyentuh angka 19.004 orang yang terkumpul dari sekitar 51 institusi.

"Kami pendataannya berbasis institusi ya, yang belum masuk data kami adalah untuk pedagang organda dan ojek. Semoga Minggu ini sudah masuk ya datanya. Kami langsung kirim ke pusat melalui Dinkes," terangnya.