Pantai Drini Diusulkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih
Pemkab Gunungkidul optimistis Kampung Nelayan Merah Putih dibangun di Pantai Drini. Lahan 2 hektare disiapkan dengan potensi bantuan hingga Rp22 miliar.
Suasana kawasan Pantai Gesing di Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Jumat (14/12/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Nelayan Gesing di Kalurahan Panggang sedang bersemangat untuk melaut. Pasalnya, pada saat sekarang ini sedang banyak ikan jenis bawal laut di kawasan perairan Pantai Selatan.
Salah seorang nelayan, Supardi mengatakan, para nelayan sedang bersemangat untuk melaut karena sedang berburu bawal laut. Menurut dia, sekarang sedang musim panen sehingga kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih.
“Memang tidak mesti. Ada yang dapat 15 kilogram, tapi ada juga yang dapat 50 kilogram untuk sekali penangkapan,” kata Supardi, Selasa (23/2/2021).
Baca juga: Rintis Usaha Baru, Kaesang Buru Pendanaan via Platform Fintech Ini
Menurut dia, harga bawal laut agak berbeda karena tergantung dengan berat per ekornya. Semakin besar ukuran dan berat ikan, maka akan dihargai lebih mahal. Sebagai contoh, untuk ukuran 2-3 ons dihargai Rp200.000 per kilonya. Sedangkan untuk berat 5-7 ons dihargai Rp300.000 per kilonya. “Kalau semakin besar per ekornya maka harganya bisa lebih tinggi,” ungkapnya.
Untuk proses penangkapan, Supardi mengaku tak ada masalah karena cuaca dan angin masih bersahabat sehingga tidak mengganggu aktivitas para nelayan. “Pencariannnya tidak jauh karena hanya di dekat Pantai Parangtritis dan waktu tempuhnya tidak lama,” imbuh dia.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Markam, nelayan lain di Pantai Gesing. Menurut dia, bertepatan dengan perayaan imlek menjadi berkah bagi nelayan karena sedang panen bawal laut. “Ikan ini banyak dikonsumsi saat perayaan imlek. Jadi, nelayan sangat senang,” katanya.
Baca juga: Berharap Didata, Pedagang Dukung Vaksinasi Covid-19
Meski demikian, Markam mengakui harga bawal laut tak sebagus pada saat perayaan Imlek di tahun lalu. Ia menuturkan, harga pada saat itu lebih tinggi karena bawal ukuran 5-7 ons dihargai sampai Rp600.000 per kilonya. “Sekarang tidak sampai diharga itu [Rp600.000 per kg],” katanya.
Ia pun mengaku tetap bersyukur karena dengan panen bawal bisa meningkatkan pendapatan para nelayan, khususnya di kawasan Pantai Gesing. “Meksi harganya tak sebagus dulu, tapi bawal laut tetap banyak peminatnya sehingga nelayan bisa meningkatkan pendapatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul optimistis Kampung Nelayan Merah Putih dibangun di Pantai Drini. Lahan 2 hektare disiapkan dengan potensi bantuan hingga Rp22 miliar.
Kejagung tetapkan Komisaris PT YAT sebagai tersangka korupsi MBG. Dugaan mark up pengadaan motor listrik Rp1,035 triliun.
Pemkot Jogja rencanakan perahu ketinting untuk patroli Sungai Winongo. Fokus kebersihan, pengawasan limbah, hingga pengembangan wisata sungai.
Pemkab Kulonprogo pastikan gaji PPPK 2026 aman, dibayar penuh 12 bulan plus THR tanpa kendala anggaran.
Demo 1.000 mahasiswa di Dukuh Atas berjalan kondusif. Polisi amankan dua pria bawa molotov, bantah isu jamming sinyal.
Jadwal Piala Dunia 2026 Sabtu 13 Juni: Kanada vs Bosnia dan AS vs Paraguay. Lengkap prediksi skor, susunan pemain, dan analisis laga