Berharap Didata, Pedagang Dukung Vaksinasi Covid-19

Pedagang Pasar Bantul sedang menata barang dagangannya pada Senin (22/2/2021). - Harian Jogja/ Catur Dwi Janati
23 Februari 2021 11:47 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Vaksinasi tahap dua yang juga sasar pelayan publik mendapat sambutan baik dari para pedagang pasar. Meski cukup diharapkan, tak semua pedagang merasa pernah didata untuk pendaftaran vaksinasi.

Salah seorang pedagang kelontong di Pasar Bantul, Jamilah, mendukung adanya rencana vaksinasi bagi para pedagang. Menurutnya vaksinasi dapat meningkatkan keamanan pedagang dari dalam diri. "Kalau divaksin jauh lebih aman," ujarnya pada Senin (22/2/2021).

BACA JUGA : Pedagang Malioboro Wajib Divaksin Covid, Pemkot Siapkan Sanksi untuk yang Menolak

Bukan tanpa sebab, Jamilah menuturkan jika pedagang memiliki kontak yang sangat beragam. Tidak hanya kontak dengan para konsumen, pedagang pasar juga kerap berhuhungan dengan para penyuplai yang asalnya jauh-jauh. "Kontak dari jauh-jauh, dari supplier dengan konsumen juga," tuturnya.

Jamilah menjadi salah satu pedagang pasar yang telah mendapat sosialisasi dan pendataan dari pihak pasar. Dua pekan lalu pihaknya telah dimintai data KTP untuk keperluan vaksinasi. "Sudah ada, belum dilanjut lagi. Cuma ditanya KTP sama petugas pasar. Untuk apa, ini untuk vaksinasi," ujarnya.

Diharapkan Jamilah, dengan adanya vaksinasi kondisi ke depannya bisa segera normal. Pasalnya saat ini kondisi pasar dirasa Jamilah masih sepi apalagi untuk memenuhi target penjualan. Sepinya hajatan yang biasanya memesan berbagai kebutuhan pokok berskala besar-besaran juga nyaris tidak ada saat ini.

BACA JUGA : Ribuan Pedagang Malioboro Akan Divaksin Covid

Akan tetapi tak semua pedagang dalam los didata dalam vaksinasi. Jamilah misalnya, di losnya dia berdagang ditemani satu orang lainnya, namun hanya dirinya yang didaftar. "Enggak semua, cuma saya, bapak enggak. Jadi satu los enggak mesti semua data," ujarnya.

Berbeda dengan Jamilah, pedagang kelontong Pasar Bantul lainnya Purwati dan mengaku belum mendapat pendataan menyangkut vaksinasi. Kendati sepenuhnya mendukung upaya vaksinasi, perempuan berusia 28 tahun asli Bantul itu belum didata sampai saat ini.

"Kalau misalnya itu memang baik enggak apa-apa sih, karena itu menjaga kita juga. Biar harapannya kan virusnya cepat hilang," ujarnya.

BACA JUGA : Sejumlah Pedagang di Sleman Takut Divaksin Covid-19

Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Sukrisna Dwi Susanta, menyebutkan telah menyiapkan data calon penerima vaksin sebanyak 11.186 pedagang pasar di Bantul. Data itu telah mencakup 32 pasar yang ada di Bantul.  Akan tetatpi dari tersebut masih akan terus divalidasi. Validasi bertujuan memastikan tidak adanya dobel calon penerima vaksin dari kalangan pedagang pasar.

"Tapi kemarin yang baru tervalidasi sekitar 5000 lebih sedikit," tandasnya.