OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Ilustrasi vaksinasi Covid-19./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, SLEMAN- Sejumlah kendala masih ditemukan jelang proses vaksinasi Covid - 19 terhadap para pedagang pasar di Sleman. Salah satu di antaranya, masih ada beberapa pedagang yang takut menerima vaksin.
"Pedagang masih ada rasa takut untuk divaksin sehingga perlu edukasi dari instansi yang berwenang," ujar Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Haris Martapa saat dihubungi HarianJogja.com, Senin (22/2/2021) siang.
Tak hanya itu, Gugus Tugas Covid - 19 di masing-masing pasar juga masih menemukan pedagang yang tidak memiliki gawai. Padahal, untuk mendaftarkan diri sebagai penerima vaksin, pedagang harus lebih dulu mengisi formulir elektronik yang hanya bisa diakses lewat jaringan internet. Untungnya, kendala itu dapat diatasi berkat bantuan dari petugas.
"Ada juga pedagang yang tidak bawa atau tidak punya Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kalau tidak punya ya belum bisa karena harus mencantumkan nomor KTP," tambahnya.
BACA JUGA: Bansos Tunai Tahap II Mulai Didistribusikan
Haris menyebut, dari 42 lokasi ada 27 pasar yang dikelola Disperindag Sleman. Di sana, tersebar sekitar 14.576 pedagang yang turut diproyeksikan menerima vaksin Covid - 19. Dari jumlah itu, baru sekitar 2.500-an pedagang saja yang sudah mengisi formulir pendaftaran tahap satu.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengatakan, vaksinasi tahap kedua untuk Kabupaten Sleman akan dilaksanakan setelah Kota Jogja. Terkait kapan waktunya, ia memprediksi baru bisa dilakukan pekan depan.
"Di Sleman mungkin baru pekan depan. Rencananya baru untutk di Kota Jogja dulu, sesuai ketersediaan vaksin," ujarnya.
Joko menambahkan, pedagang merupakan salah satu kategori prioritas penerima vaksi tahap kedua bersama pekerja layanan publik, TNI, Polri, petugas keamanan dan guru. Sampai saat ini proses pendaftaran masih berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina