Pedagang Malioboro Wajib Divaksin Covid, Pemkot Siapkan Sanksi untuk yang Menolak

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. - Harian Jogja/Desi Suryanto
22 Februari 2021 13:57 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Awal Maret nanti, ribuan pedagang di kawasan Malioboro akan mendapatkan vaksin Covid-19. Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja sedang menyiapkan aturan sanksi bagi yang yang tidak mau divaksin Covid-19.

Rencananya sanksi akan dimasukkan dalam peraturan daerah atau peraturan wali kota. “Perda akan dibahas. Kalau tidak mau vaksin, untuk sementara mereka harus menunjukan swab antigen tiga hari sekali sata berjualan,” Kata Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, seusai memimpin rapat koordinasi vaksinasi lanjutan di Balai Kota Jogja, Senin (22/2).

BACA JUGA: KPK Periksa 6 Saksi Dugaan Korupsi Stadion Mandala Krida di Polres Sleman

Heroe yang juga Ketua Harian Satgas Covid-19 Pemkot Jogja mengatakan pemberlakuan sanksi penting agar program vaksinasi berjalan lancar demi kepentingan bersama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya di Jogja.

Saat ini Pemkot masih fokus melakukan vaksinasi untuk tenaga kesehatan (nakes) tahap pertama termin kedua yang sudah mencapai 69,96% untuk termin kedua atau pemberian dosis kedua untuk nakes. Kemudian tahap kedua pada Maret nanti vaksinasi akan menyasar aparat dan pelayan publik seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI-Polri, pelaku wisata, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para pedagang serta pedagang kaki lima (PKL).

Dari hasil pendataan, vaksinasi tahap kedua menyasar 37.000 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 ribuan adalah pedagang pasar Bringharjo, PKL, dan penjaga toko dari mulai tugu sampai Kraton.

Mereka sudah terdata untuk mendapatkan vaksin pada Senin pekan depan. Pemberitahuan vaksinasi sudah dilakukan melalui komunitas masing-masing. “Tinggal datang kalau saat nanti vaksinasi, kami masih nunggu yang belum daftar, karena masih ada beberapa yang belum daftar,” ujar Heroe. “Kalau dosis vaksinnya sudah tersedia di Dinskes DIY.”

BACA JUGA: Sebut Pemakaman Covid seperti Pemakaman Anjing, Anggota DPRD Bantul Digeruduk Puluhan Sukarelawan

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Bringharjo Barat, Bintoro, mengatakan 80% dari total pedagang yang berjumlah sekitar 1.200-an sudah setuju untuk divaksin. Pedagang yang belum setuju, kata dia, khawatir memiliki penyakit bawaan atau komorbid.

Ketua Paguguyuban PKL Malioboro Ahmad Yani (Pemalni), Slamet mengatakan ada sekitar 440 PKL di sepanjang Jalan Ahmad Yani kawasan Malioboro yang didata untuk mendapatkan vaksin Covid-19. “Hanya satu dua orang yang enggan divaksin karena khawatir akibat punya penyakit bawaan,” kata dia.

Program vaksinasi Covid-19 tahap kedua di DIY akan dimulai pada Senin (1/3/2021) mendatang. Pelaku usaha di kawasan Malioboro dan Pasar Beringharjo, Kota Jogja, bakal menjadi sasaran awal vaksinasi ini.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan pedagang dipilih dalam vaksinasi tahap kedua karena memiliki risiko tinggi tetular Covid-19. Hal itu tak lepas dari aktivitas pedagang yang kerap bertemu dengan banyak orang.

BACA JUGA: Makam Para Bupati Gunungkidul Ditemukan, Pencarian Melibatkan 'Orang Pintar'

Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan sasaran vaksinasi tahap kedua ini tak hanya menyasar pedagang di kawasan Malioboro dan Pasar Beringharjo, tetapi juga para pelayan rumah toko (ruko) yang ada di sepanjang Jalan Malioboro.

Vaksinasi massal ini akan diikuti oleh 19.897 jiwa, yang terdiri dari 8.144 pedagang Pasar Beringharjo dan sekitarnya, 2.600 masyarakat sekitar Malioboro dan Alun-alun Utara, serta 9.153 pegawai toko yang ada di kawasan Malioboro. Lokasi kegiatan dilangsungkan di Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, dan Taman Parkir Abu Bakar Ali, Jogja.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie mengatakan, vaksinasi bagi pelaku usaha di Malioboro ditargetkan rampung dalam sepekan. Dinkes akan menerjunkan 140 tenaga kesehatan sebagai vaksinator.