Makam Para Bupati Gunungkidul Ditemukan, Pencarian Melibatkan 'Orang Pintar'

Ilustrasi permakaman - JIBI
22 Februari 2021 12:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kundha Kabudayan Gunungkidul telah menyelesaikan pencarian lima makam bupati yang pernah memimpin di Bumi Handayani. Selain terus berupaya melakukan perawatan, ke depannya akan menjadi agenda rutin tempat ziarah dalam rangkaian peringatan hari jadi kabupaten.

Kepala Bidang Sastra Bahasa Sejarah dan Permuseuman, Kundha Kabudayan Gunungkidul, Sigit Pramudyanto mengatakan, hingga sekarang sudah ada 28 bupati yang memimpin di Gunungkidul. Dari jumlah tersebut ada 24 orang yang sudah wafat namun ada yang belum diketahui makamnya.

Oleh karena itu, pihaknya berusaha melakukan penelusuran terkait dengan peristirahatan terakhir para bupati ini. “Sejak dua bulan lalu, kami berusaha melakukan pencarian hingga akhirnya membuahkan hasil,” kata Sigit, Senin (22/2/2021).

Ia menjelaskan, ada lima makam yang ditemukan oleh tim dari kundha kabudayan. Makam-makam ini meliputi mantan Bupati Raden Tumenggung (RT) Prawirosetiko; RT Suryokusumo; RT Padmonegoro; RT Danuhadiningrat dan RT Wiryodiningrat.

BACA JUGA: Dalam Waktu Enam Jam, Merapi Keluarkan Lima Kali Guguran Lava Pijar

Meski demikian, Sigit enggan menuturkan secara rinci terkait dengan letak makam-makam ini. Ia berdalih dalam waktu dekat akan berziarah secara bersama-sama Organisasi Perangkat Daerah sehingga pada waktunya akan diketahui. “Kami juga akan ajak awak media dan biar menjadi kejutan. Yang jelas, makam-makam ini berada di luar Gunungkidul,” katanya.

Ditambahkan dia, kondisi kelima makam, empat di antaranya dalam kondisi baik. Sedangkan satu makam dalam keadaan kurang terawat. Hal ini dikarenakan jarang dikunjungi sehingga perawatannya menjadi berkurang. “Untuk nisannya ada yang ditulis dengan Bahasa Jawa, tapi ada juga menggunakan Bahasa Indonesia,” katanya.

BACA JUGA: Sebut Pemakaman Covid seperti Pemakaman Anjing, Anggota DPRD Bantul Digeruduk Puluhan Sukarelawan

Proses pencarian makam bupati ini tidak memiliki banyak sumber data sehingga menjadi kendala tersendiri. Oleh karenanya dalam prosesnya meminta bantuan orang pintar melalui metode retrokognisi. Cara ini melihat sebuah peristiwa atau kejadian di masa lalu yang direkonstruksi ulang dengan perangkat insuisi dan melakukan komunikasi dengan alam gaib.

“Kami keterbatasan sumber data karena tidak tahu letak makam dan keturunannya. Jadi, metode ini sangat membantu dalam pencarian,” kata Sigit.

Menurut dia, metode ini sudah sering digunakan. Setelah berkomunikasi di alam gaib, tak serta merta informasi yang diperoleh langsung menjadi dasar untuk menemukan letak makam. Pasalnya, hasil komunikasi dengan menggunakan indera keenam ini masih harus dikonfirmasi dengan keturunan mantan bupati.

BACA JUGA: IPHI DIY Desak Pemerintah Beri Penjelasan soal Haji 2021

“Kami lakukan klarifikasi dan hasilnya ada staetmen dari keluarga bahwa makam yang ditemukan memang tempat peristirahatan mantan bupati yang belum ditemukan,” katanya.

Kepala Kundha Kabudayan Gunungkidul, Agus Kamtono mengatakan, pencarian makam mantan bupati sebagai upaya melengkapi dan memperkaya sejarah di Gunungkidul. Oleh karenanya, prosesi ini menjadi salah satu agenda yang dilaksanakan di kundha kabudayan.

“Tentunya akan ada upaya perawatan. Nantinya kami juga mengusulkan kepada pemkab agar makam-makam ini jadi tempat ziarah rutin dalam rangkaian peringatan hari jadi Gunungkidul,” kata Agus.