BLK Sleman Gelar Pelatihan dengan Protokol Ketat

Sejumlah perempuan warga Kalurahan Bangunkerto, Kapanewon Turi, Sleman, antusias mengikuti pelatihan Penguatan Program Desa Prima Kelompok Usaha Perempuan Bangunkerto, Jumat (16/10/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
24 Februari 2021 08:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Delapan sub kejuruan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman hanya diikuti 128 peserta. Para peserta akan digembleng hingga April mendatang.

Kepala UPT BLK Sleman Rina Pandu Pertiwi mengatakan tahun ini kegiatan pelatihan untuk angkatan pertama dibuka untuk delapan bidang. Meliputi Tata Boga, Teknisi Refrigeration Domestik, Pengoperasian Mesin Bubut, Practical Office Advance (Operator Komputer). Selain itu, Tata Rias Kecantikan, Teknisi Telepon Seluler Perangkat Keras, Desain Grafis dan Plat Welder Pengelasan SMAW Posisi.

BACA JUGA : 96 Peserta Digembleng di Balai Latihan Kerja Sleman

"Proses pelatihan sudah dimulai sejak 17 Februari lalu," katanya, Selasa (23/2/2021).

Pelaksanaan pelatihan kerja, katanya, tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Di mana para peserta pelatihan wajib memakai masker baik sejak berangkat dari rumah maupun saat pelatihan.

Di pintu-pintu masuk bengkel juga disediakan wastafel tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Adapun bagi instruktur, pihaknya juga melengkapi dengan masker, face shielt dan sarung tangan. Peserta pelatihan juga diukur suhu terlebih dahulu.

BACA JUGA : Ada 20 Pelatihan Keterampilan untuk Warga Jogja, Ini Syarat

Ini dilakukan untuk memastikan peserta pelatihan yang sakit tidak mengikuti pelatihan terlebih dahulu. Adapun pelatihan sebagian besar diikuti oleh warga Sleman (118 orang) sisanya berasal dari warga Bantul, Jawa Tengah bahkan Sumatera.

"Untuk pelatihan dilaksanakan hingga April, dengan instruktur dari BLK Sleman," katanya.