Klaster Keluarga Mendominasi, Kalasan Bertahan di Zona Merah Covid-19

Tangkapan layar peta Sebaran Kasus Covid di DIY versi Pemda DIY. (corona.jogjaprov.go.id)
25 Februari 2021 18:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Satu-satunya kapanewon di Sleman yang saat ini masuk zona merah adalah Kalasan. Berbagai strategi akan dilakukan Satgas Covid-19 untuk menekan terjadinya kasus baru.

Panewu Kalasan Siti Anggraeni Susila Prapti mengatakan sejak awal seluruh Satgas Covid-19 mulai tingkat kapanewon hingga kalurahan terus berupaya menekan kasus baru Covid-19. Lonjakan kasus mulai terjadi sejak September 2020. Meskipun kasus sempat turun, setelah tahun baru lonjakan kasus baru kembali meningkat.

"Setelah tahun baru kasus naik lagi. sekarang zona merah sendiri. Selama patroli PPKM kami memang masih menemukan warga yang tidak pakai masker. Padahal masker jadi alat utama kita agar tak terpapar Covid-19. Ini tentu membutuhkan kesadaran warga untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan," katanya, Kamis (25/2/2021).

BACA JUGA: Aurel Terkena Covid-19, Atta Halilintar Urus Pernikahan Sendiri

Diakui Siti, kelonggaran PPKM Mikro ternyata tidak diikuti peningkatan disiplin warga untuk menerapkan protokol kesehatan. Dampaknya, penambahan kasus baru terjadi. Satgas secara mobile terus melakukan sosialisasi dan pengawasan terkait protokol kesehatan. "PPKM Mikro sudah merambah ke RT/RW. Kami terus sosialisasi ke tempat umum, warung dan lainnya agar penerapan protokol kesehatan tidak kendor," katanya.

Hanya saja, katanya, kasus Covid-19 di Kalasan didominasi klaster keluarga dan tempat kerja. Kebanyakan kasus baru yang terjadi masuk kategori OTG atau orang tanpa gejala. Mereka melakukan isolasi mandiri di rumah. Kemungkinan tempat isolasi mandiri tidak memadai sehingga menulari keluarga lainnya.

"Sementara Puskesmas tidak bisa menjangkau seluruh warga yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Tentu ini membutuhkan kesadaran masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, meski di rumah," katanya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, masing-masing kalurahan saat ini menyiapkan selter sebagai tempat karantina bagi pasien Covid-19 yang termasuk OTG. "Kalau di rumah pengawasan tidak maksimal. Dengan selter tersebut diharapkan kasus baru untuk klaster keluarga karena pengawasan di selter diharapkan bisa maksimal,"katanya.

Di wilayah Kalasan tercatat baru dua kalurahan yang memiliki selter. Yakni, Kalurahan Tamanmartani dengan tujuh kamar dan Tirtomartani dengan lima kamar. Sementara untuk Purwomartani dan Selomartani, belum dilaporkan memiliki selter.

Terpisah, Lurah Purwomartani Semiono mengaku akan menyiapkan lokasi selter di gedung kantor kalurahan yang lama. Jaraknya sekitar 300 meter dari balai kalurahan yang baru. "Ya kami siapkan selter di sana. Masih dalam tahap pembersihan," katanya.