Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Ratusan pelayat antarkan jenazah Artidjo Alkostar untuk dimakamkan, di Makam Keluarga Besar UII, Senin (1/3/2021)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Bangsa Indonesia kehilangan salah satu tokoh yang gigih memperjuangkan keadilan, Artidjo Alkostar. Ratusan pelayat menghadiri persemayamannya, mulai dari Presiden Joko Widodo hingga aktivis HAM.
Seremoni persemayaman mendiang Artidjo Alkostar berlangsung di Auditorium Abdulkahar Muzakkir, UII, Senin (1/3/2021) pukul 10.00 WIB. Presiden Joko Widodo menyempatkan hadir sekira pukul 08.00 WIB sebelum menjalankan sejumlah agendanya di DIY.
BACA JUGA: Kepala Humas PM Jepang Mundur karena Ditraktir Makan
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, juga turut hadir dan memberi sambutan. "Segenap jajaran KPK berduka atas berpulanganya beliau. Beliau adalah sosok yang baik. Kita adalah saksi kebaikan beliau," katanya.
Ia menuturkan Artidjo memiliki kepribadian yang menginspirasi, yakni sangat sederhana, apa adanya dan tidak pernah meminta pada negara. "Kedua miliki prinsip selalu bersyukur, ikhlas, dan sabar dengan apa yang kita terima dan yang diberikan Allah," ujarnya.
Menurutnya kepergian Artidjo bukan saja kehilangan bagi KPK, tapi seluruh bangsa Indonesia. Ia berharap Artidjo dapat menjadi inspirasi untuk terus semangat dalam memberantas korupsi.
Mantan mahasiswa Artidjo yang saat ini aktif di Amnesti Internasional Jogja sekaligus pendiri Sosial Movement Institute, Eko Prasetyo, mengatakan Artidjo mengajarkannya banyak hal, salah satunya adalah tradisi menulis. "Bang Ar sangat produktif, saya dulu ngedit bukunya, Negara Tanpa Hukum," ujarnya.
BACA JUGA: Tim Kajian UU ITE Minta Masukan Korban UU ITE, dari Ahmad Dhani hingga Baiq Nuril
Artidjo menurutnya merupakan salah satu pejuang hak asasi manusia (HAM), termasuk memperjuangkan proses penegakan pelanggaran HAM masa lalu.
"Saya dulu terlibat perjanjian amnesti di Jogja, di antaranya adalah saran Bang Ar. Menurutnya gerakan hak asasi manusia harus didorong oleh semua elemen. Aksi kamisan di jogja adalah warisan inspirasi Bang Ar," katanya.
Di kelas, Artidjo kata dia merupakan pengajar yang unik, karena tak jarang mengajak mahasiswanya menonton film dan mendorong mahasiswa agar terlibat dalam permasalahan sosial di sekitarnya. "Dia dosen yang kalau kita absen karena demo, oke gapapa," ungkapnya.
Kiprah Artidjo di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jogja pada masa Orde Baru juga menginspirasi banyak gerakan mahasiswa. "LBH Jogja waktu itu jadi kanal pertemuan rutin teman-teman yang ditekan Suharto," ujarnya. (Lugas Subarkah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
DPKP DIY menyiapkan strategi menghadapi musim kemarau, mulai dari varietas padi tahan kekeringan hingga optimalisasi irigasi dan pompa air.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.