Pekan Ini 3.050 Pelayan Publik di Kulonprogo Dapat Vaksin Covid-19

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
01 Maret 2021 08:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo menerima sebanyak 6.100 vaksin Covid-19 dari Dinas Kesehatan DIY pada Rabu (24/2/2021) lalu. Rencananya, sebanyak 6.100 vaksin Covid-19 tersebut akan diberikan kepada sekitar 3.050 sasaran vaksinasi Covid-19 tahap kedua gelombang pertama di Kulonprogo.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo, Baning Rahayujati mengatakan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap kedua gelombang pertama di Kulonprogo rencananya bakal dilakukan pada pekan pertama di Maret 2021.

"Pekan depan di bulan Maret 2021, kami akan melakukan vaksinasi tahap kedua. Kami sudah menerima vaksin dari Dinkes DIY sebanyak 6.100 dosis artinya untuk 3.050 sasaran," ujar Baning saat dikonfirmasi pada Minggu (28/2/2021).

Evaluasi vaksinasi Covid-19 tahap pertama juga telah dilakukan. Hasilnya, masih ada ratusan tenaga kesehatan (nakes) yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19. Oleh karena itu, bagi nakes yang belum menerima vaksin akan diikutsertakan pada vaksinasi Covid-19 tahap kedua gelombang pertama.

"Kita juga telah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan vaksinasi tahap pertama. Hasilnya, 200 nakes yang belum divaksinasi. Sehingga, vaksinasi tahap kedua ini juga nantinya akan diikutsertakan sebanyak 200 nakes yang belum mendapatkan vaksin," sambung Baning.

Sebanyak 25 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Kulonprogo nantinya bakal menyediakan layanan vaksinasi Covid-19 tahap kedua gelombang pertama. Terdiri dari puskesmas, rumah sakit milik pemerintah kabupaten Kulonprogo dan dua klinik milik TNI dan Polri.

"Puskesmas ada 21 dan dua rumah sakit umum, satu klinik bhayangkara. Kemudian, ada satu klinik Kartika. 25 fasyankes bisa melakukan vaksinasi tahap kedua," imbuhnya.

Dikarenakan dosis vaksin Covid-19 baru mampu menyasar sekitar 3.050 dosis maka pemerintah kabupaten Kulonprogo mencoba untuk melakukan skala prioritas. Pemberian vaksinasi baru akan menyasar petugas pelayanan publik di kalurahan maupun kapanewon.

"Karena jumlah vaksin yang diberikan kepada kami baru 3.050 dosis atau 3.000 an dosis sedangkan usulan kita sudah mencapai angka 24.000 orang sehingga kami melakukan prioritas," tukas Baning.

"Untuk pekan depan kami akan melakukan vaksinasi kepada petugas pelayanan publik paling depan yaitu yang ada di gugus tugas kelurahan dan kapanewon. Jadi, perangkat desa dan yang ada di kapanewon. Harapan kami mulai dari situ sesuai vaksin yang kita miliki akan bisa dilakukan pada Minggu depan," terang Baning.

Upaya sosialisasi sudah dilakukan oleh Baning dan jawatannya kepada petugas pelayanan publik baik yang berada di kalurahan maupun kapanewon. Baning mengklaim jika petugas pelayanan publik baik di kalurahan maupun di kapanewon sudah siap menerima vaksinasi Covid-19 tahap kedua.

"Kami sudah melakukan sosialisasi melalui zoom meeting kepada semua kapanewon dan semua kelurahan. Mereka sudah siap dan tinggal hanya menunggu jadwal. Target pemerintah vaksinasi tahap kedua itu selesai pada bulan April," tegas Baning.

Vaksinasi Covid-19 menjadi sebuah langkah yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Kulonprogo untuk menekan angka kasus Covid-19 yang masih tinggi. Terlebih, Posko Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di Kulonprogo juga dinilai belum berjalan efektif. Khususnya, posko PPKM mikro yang berada di zona hijau. Upaya pemantauan protokol pencegahan penularan Covid-19 belum berjalan maksimal.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana, mengatakan jika 88 posko PPKM mikro memang sudah dibentuk di kabupaten Kulonprogo seiring dengan penerapan PPKM berbasis mikro. Namun, dalam pelaksanaannya belum berjalan dengan maksimal.

"Kalau dari laporan yang saya terima, 88 posko memang sudah dibentuk semua, walaupun yang zona hijau ini memang belum ada tindakan yang serius. Artinya, posko tidak rutin dijaga. Karena zona itu hijau. Secara ketugasan harus mantau terus. Karena kita sifatnya antisipasi," ujar Fajar saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Posko PPKM mikro yang berada di zona hijau diharapkan Fajar tetap melaksanakan pantauan protokol pencegahan penularan Covid-19 di wilayahnya secara 24 jam. Upaya mitigasi diharapkan dengan serius dilakukan oleh petugas yang berada di tiap posko.

"Memang tugasnya belum optimal. Kami juga ikut memantau kegiatan-kegiatan masyarakat. Penjagaan dilakukan 24 jam. Belum optimal di zona hijau. Mereka merasa aman dan cenderung masih menunggu. Kalau terjadi apa-apa baru bergerak. Jangan sampai menunggu ya. Karena sifatnya kan antisipasi," pungkasnya.