PMI Gunungkidul Siapkan Donor Darah Mobile Jaga Ketersediaan Stok
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Sunaryanta dan Wakil Bupati Heri Susanto di Gunungkidul harus langsung tancap gas. Pasalnya, dalam kurun waktu enam bulan harus menyelesaikan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah sesuai dengan visi misi yang dimiliki.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul Sri Suhartanto mengatakan tugas pertama yang harus diselesaikan dalam kepemimpina bupati baru adalah menyelesaikan pembahasan Perda tentang RPJMD. Rancangan ini harus selesai dalam waktu enam bulan sejak pelantikan. “Waktunya tidak banyak sehingga RPJMD menjadi skala prioritas untuk dibahas,” katanya, Selasa (2/3/2021).
BACA JUGA: Disdikpora DIY Susun Juknis Jelang PPDB Online 2021
Ia menuturkan, konsultasi dengan Pemda DIY dan Pemerintah Pusat bertujuan agar RPJMD bisa sejalan dengan rencana pembangunan menengah milik provinsi dan juga Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). “Harus sejalan dengan pembangunan di provinsi maupun tingkat pusat,” katanya.
Meski waktunya tidak banyak, Sri Suhartanto optimistis pembahasan RPJMD bisa selesai tepat waktu.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, untuk pembahasan RPJMD, anggota dewan berkomitmen membahas secara bersama dengan bupati. Menurut dia, pembahasan ini menjadi prioritas utama setelah adanya pelantikan. “Batas waktunya hanya enam bulan dan itu harus sudah selesai,” katanya.
Selama RPJMD belum diketok, bupati baru belum bisa menata pejabat. Oleh karenanya, ia meminta pembahasan bisa segera dilakukan sehingga pengesahan tidak melewati batas waktu yang telah ditentukan. “Intinya kami siap untuk melakukan pembahasan secara bersama-sama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
KAI Daop 6 Jogja masih mencatat 14 pelintasan liar hingga Juli 2026. Delapan titik ditutup tahun ini, total 42 perlintasan ditutup sejak 2023.
Survei SMRC menunjukkan hanya 15,7% masyarakat menilai ekonomi Indonesia baik, sementara penilaian negatif terhadap ekonomi dan hukum meningkat.
Pembenahan tata kelola MBG diyakini menurunkan kebutuhan anggaran program seiring digitalisasi, validasi data, dan evaluasi manfaat ekonomi.
Presiden Prabowo menggelar ratas membahas program strategis perguruan tinggi. Pemerintah juga menegaskan URI tidak membawahi seluruh kampus.
Indomaret Peduli Berbagi bersama Pemerintah Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan Lomba Menggambar dan Mewarnai pada Senin (27/7/2026)