Merapi Luncurkan Awan Panas Lagi

Luncuran awan panas Gunung Merapi menuju hulu Sungai Krasak sekitar pukul 12.44 WIB terlihat dari Kawasan Turi, Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Kamis (7/1/2021). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
04 Maret 2021 18:07 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran pada kamis (4/3/2021) dini hari. Selain awan panas, pada periode pengamatan yang sama terjadi setidaknya 25 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1 km.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan teknologi kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan awan panas guguran terjadi pukul 03.57 WIB. “tercatat di seismogram dengan amplitude 38 mm, durasi 123 detik dan jarak luncur 1,2 km ke arah barat daya,” ujarnya.

Pada periode pengamatan yang sama, yakni pukul 00.00 WIB-06.00 WIB, BPPTKG juga mencatat terjadi 25 guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1 km ke arah barat daya. Pada aktivitas kegempaan, tercatat satu gempa awan panas guguran, 35 gempa guguran dan satu gempa hembusan.

BACA JUGA: Kini Warga Jogja Bisa Cetak Sendiri Administrasi Kependudukan

Sementara pada hari sebelumnya, Rabu (3/3/2021), BPPTKG mencatat terjadi 21 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum 1,5 km ke arah barat daya. Pada hari tersebut, tidak teramati kemunculan awan panas guguran.

Dengan tingkat aktivitas ini, status Gunung Merapi masih Siaga. Adapun ancaman bahaya saat ini meliputi guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.