Kisah Udi, Petugas yang Berjalan 12 Km Demi Jalur Kereta Aman Dilalui
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Ilustrasi/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Warga Jogja sudah bisa mencetak sendiri sejumlah administrasi kependudukan (adminduk) seperti kartu keluarga (KK) surat pindah domisili, akta kelahiran, hingga akta kematian.
“Kecuali kartu tanda penduduk [KTP] dan kartu identitas anak [KIA],” kata Kepala Dinas Pekendudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Jogja, Lucy Irawati, Kamis (4/3).
BACA JUGA: Pandemi Belum Berlalu, Tukang Becak & Kusir Andong di Malioboro Kian Menderita
Luci mengatakan kebijakan cetak mandiri sejumlah adminduk tersebut sebenarnya ditujukan untuk memudahkan masyarakat dan efisiensi pelayanan, terutama di masa pandemi Covid-19 untuk mengurangi potensi kontak langsung karena bisa meningkatkan risiko penularan. Kebijakan tersebut sebenarnya sudah dimulai sejak Juni tahun lalu, namun belum familiar di masyarakat.
Sebelum mencetak adminduk sendiri, warga harus mengajukan permohonan terlebih dahulu melalui Disdukcapil Jogja. Selanjutnya petugas akan mengirimkan PDF adminduk melalui email warga atau pemohon. PDF adminduk tersebut sudah bisa dicetak mandiri di rumah.
Akan tetapi bagi warga yang tidak memiliki alat pencetakan atau printer atau khawatir kertasnya tidak sesuai standar bisa minta bantuan melalui kantor kalurahan atau kemantren (kecamatan) setempat. “Kemantren sudah difasilitasi dengan mesin printer, kertas yang sesuai dengan aturan, tinta, dan fasilitas lainnya,” ujar Lucy.
Lucy mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan pemutakhiran data jika data kependudukan sudah berubah misalnya seperti status perkawinan dan status pendidikan agar data kependudukan valid.
BACA JUGA: Jogja Tunjuk Dua Pengawas Sampah di Tiap Kalurahan, Ini Tugasnya
Kepala Bidang Pelayanan Kependudukan Disdukcapil Jogja, Bram Prasetyo menambahkan akta kelahiran, dan akta kematian yang bisa dicetak mandiri. Dalam waktu dekat ini KTP elektronik (KTP-el) dan KIA juga bisa dicetak mandiri melalui mesin anjungan dukcapil mandiri (ADM) yang masih dalam proses pengadaan.
Rencananya akan ada tiga ADM yang dipasang.“Lokasi pemasangannya masih kami kaji di tempat yang strategis,” kata dia.
Dia menargetkan pengadaan ADM bisa terwujud dalam triwulan keempat tahun ini. Masyarakat bisa mencetak semua administrasi kependudukan melalui ADM tersebut. Namun sebelumnya warga harus mengajukan permohonan terlebih dahulu melalui kantor Disdukcapil untuk mendapatkan kata sandi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
DPRD Kulonprogo meminta event wisata tetap digelar pada 2027. Dispar mencatat 12 agenda, termasuk Arung Progo Festival menuju PON 2028.
Iran mengklaim melumpuhkan drone MQ-9 AS dan mengamankan drone pengintai MQM-170 di sekitar Selat Hormuz.
Kemenhub mengintensifkan rampcheck bus dan truk serta pengawasan ETLE HUB untuk menekan risiko kecelakaan selama Nataru 2026/2027.
Polda Metro Jaya memburu bandar ganja inisial K yang masuk DPO setelah menggagalkan peredaran 44,1 kg ganja asal Sumatera Utara.
DPRD Bantul mendorong target pembangunan 600 km jalan didukung BKK DIY dan anggaran pusat, bukan hanya mengandalkan APBD.