Veda Ega Pratama Jatuh di Q2, Start Ke-18 di Motegi
Veda Ega Pratama jatuh di Q2 Moto3 Jepang dan harus start ke-18. David Almansa merebut pole position di Sirkuit Motegi.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Kebijakan refocusing senilai Rp140 miliar dari APBD Bantul 2021 dipastikan mengancam sektor pendidikan. Salah satunya adalah pembangunan sarana dan prasarana untuk pendidikan.
Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko mengatakan, meski belum mengetahui terkait besaran dan pos yang akan di refocusing oleh tim anggaran pemerintah daerah (TAPD), namun ada kekhawatiran jika refocusing dijalankan akan berdampak kepada pembangunan sarana dan prasarana pendidikan. Selain itu, kebijakan refocusing akan berdampak kepada besaran nilai belanja dari Disdikpora.
“Tetapi, jika direfocusing, ya mau bagaimana lagi?,” katanya, Minggu (7/3/2021).
Baca juga: Dua Sekolah di Gunungkidul Jadi Percontohan untuk Belajar Tatap Muka
Pada refocusing 2020 lalu, Pemkab Bantul, lanjut Isdarmoko telah melakukan refocusing senilai Rp11 miliar untuk Disdikpora Bantul. Alhasil total anggaran di Disdikpora setelah di refocusing adalah Rp113 miliar. Dengan nilai tersebut, Disdikpora terpaksa harus menunda sejumlah pembangunan sarana dan prasarana di sejumlah sekolah. Padahal, pembangunan sarana dan prasarana itu mendesak untuk direalisasikan.
“Selain relokasi SD dan pembangunan TK gagal terlaksana, akibat refocusing di 2020 kemarin, kami juga mengurangi sejumlah kegiatan lomba,” ucap Isdarmoko.
Sementara pada 2021, dianggarkan Rp3,8 miliar untuk perbaikan dan pembangunan 19 sekolah. Adapun 19 sekolah tersebut terdiri dari 8 sekolah dasar, 7 sekolah menengah pertama dan 4 sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD). Disdikpora melihat, perbaikan dan pembangunan untuk 19 sekolah tersebut telah memenuhi skala prioritas layanan.
“Namun, kami belum tahu, apakah nanti terkena refocusing atau tidak. Kami akan perjuangkan agar tidak terkena refocusing. Harapannya tentu tidak terkena refocusing,” papar Isdarmoko.
Baca juga: Satu RT Ada 22 Orang Positif Covid-19, Kaliurang Zona Orange
Sebelumnya, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih memerkirakan besaran refocusing pada APBD 2021 adalah senilai Rp140 miliar. Besaran nilai itu sama dengan refocusing yang sempat dijalankan di 2020. Adapun tujuan dari refocusing adalah untuk penyediaan dana bagi penanganan Covid-19.
"Karena kami kan diminta mengatasi beberapa kebutuhan pembiayaaan di antaranya honor tenaga kerja kesehatan dan pendukung vaksinasi," ucap Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Veda Ega Pratama jatuh di Q2 Moto3 Jepang dan harus start ke-18. David Almansa merebut pole position di Sirkuit Motegi.
UGM mencatat 35 komersialisasi paten dengan nilai royalti Rp15 miliar, tertinggi di Indonesia, disusul ITB dan IPB.
Komdigi menegaskan tak semua paket internet wajib rollover, tetapi sisa kuota harus tetap dilindungi tanpa biaya tambahan.
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Tahap 6 dibuka hingga 14 Oktober. Simak jadwal seleksi, pengumuman, dan pelatihannya.
Pemuda Mojosongo Solo YD diduga ditangkap Densus 88. Keluarga mempertanyakan perkara dan meminta penjelasan terkait proses hukum.
APBN 2027 memang memangkas subsidi energi Rp11,44 triliun. Namun, klaim gas langka dan harga pasti naik belum terbukti.