Pembangunan Stasiun Tugu Ditargetkan Kelar 2023

Ilustrasi Stasiun Tugu Yogyakarta
09 Maret 2021 16:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pengembangan Stasiun Tugu, Kota Jogja ditargetkan rampung pada 2023. Stasiun tersebut diproyeksikan menjadi transportation hub atau pusat transportasi yang akan mengakomodir pelbagai jenis moda pengangkutan.

Direktur Utama PT. KAI Persero, Didiek Hartantyo mengatakan pada Selasa (9/3/2021), ia telah bertemu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, untuk membahas kelanjutan rencana pengembangan Stasiun Tugu. Dalam pertemuan itu, Sultan kata Didik telah sepakat dengan rencana tersebut dan diharapkan pengembangan bisa selesai sebelum Desember 2023.

"Arahan dari Ngarso Dalem adalah bahwa beliau sepakat dengan rencana pengembangan ini. Namun agar dilakukan percepatan-percepatan, sehingga diharapkan pengembangan Stasiun Tugu bisa selesai sebelum Desember 2023," kata Didiek saat ditemui wartawan di Komplek Kepatihan, Jogja, Selasa siang.

BACA JUGA: Yayasan Milik Keluarga Cendana Digugat Rp500 Miliar

Didiek menjelaskan pengembangan Stasiun Tugu akan mengusung konsep ekosistem tranportasi yang menggabungkan pelbagai moda pengangkutan seperti, bis, commuter line berbasis Autonomous Rail Rapid Transit (ART) atau kereta yang beroperasi tanpa rel yang saat ini sedang dalam tahap kajian dan jenis transportasi lainnya.

Dengan konsep tersebut diharapkan bisa memudahkan pelanggan kereta api dalam mengakses moda transportasi baik saat sampai maupun hendak ke Stasiun Tugu.

Ke depan stasiun ini juga diproyeksikan menjadi Transit-Oriented Development (TOD), yakni penggabungan area residensi dan komersial dalam satu area yang didesain untuk memaksimalkan akses ke transportasi publik.

Stasiun ini juga akan terhubung langsung dengan Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo lewat jalur kereta api yang saat ini sudah masuk tahap finalisasi pembangunan. Pembangunan rel bandara sendiri ditargetkan rampung dan beroperasi pada Juni 2021.

Didiek memastikan pengembangan Stasiun Tugu ini tetap memperhatikan simbol-simbol budaya di Jogja. "Kami bersama keraton [Yogyakarta] tetap memperhatikan kearifan lokal, budaya dan falsafah-falsafah. Sumbu filosofis Jogja juga diperhatikan. Sehingga apa yang menyangkut kebudayaan tata kehidupan itu menjadi suatu keharusan di sini," ujarnya.

Disinggung soal biaya yang dibutuhkan untuk proyek pengembangan ini, Didiek belum bisa menyebutkan. "Belum karena ini kan masih awal," ucapnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah (DIY) Kadarmanta Baskara Aji mengatakan Pemda DIY mendukung penuh rencana pengembangan Stasiun Tugu. Dukungan itu berupa percepatan proses perizinan dan pemanfaatan lahan untuk pengembangan tersebut.

Aji mengatakan pelaksanaan proyek pengembangan ini akan dilakukan sesegera mungkin. "Ya kalau tadi Sultan minta segera saja, di daerah [DIY] nanti akan memfasilitasi dari sisi perizinan dan pemanfaatan lahan, sementara untuk pendanaan oleh PT. KAI, nanti dua-duanya saling sinergi," ucap Aji.