Googlebook Resmi Meluncur, Era Chromebook Mulai Bergeser
Google resmi memperkenalkan Googlebook, laptop berbasis Gemini AI yang digadang menjadi penerus Chromebook.
Sejumlah simpatisan melakukan pengamanan di area Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021)./ANTARA FOTO-Endi Ahmad
Harianjogja.com, BANTUL - Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Bantul Nur Rakhmat Juli Purwanto mengaku enggan banyak berkomentar terkait dengan pemecatan dirinya oleh DPD PD DIY karena menghadiri kongres luar biasa (KLB) Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara.
“Iya benar. Soal detail silakan tanya ke DPD PD [DPD Partai Demokrat] DIY,” kata Nur, dihubungi Kamis (11/3/2021).
Nur juga enggan berkomentar terkait dengan kebenaran dirinya hadir di KLB Demokrat yang digelar di Deli Serdang. Ia mengatakan, butuh waktu untuk memberikan tanggapan maupun mengambil langkah selanjutnya.
“Nanti saya akan konferensi pers, sekitar dua mingguanlah. Sementara saya enggak akan komentar dulu,” lanjut Nur.
Baca juga: Ketua DPC Partai Demokrat Sleman dan Bantul Dipecat karena Ikut KLB Deli Serdang
Sementara, Sekretaris DPC Partai Demokrat Bantul, Hozi mengakui jika Nur telah dipecat dari Partai Demokrat. Bahkan Hozi menyatakan dirinya yang mengantarkan surat pemecatan.
Selain memecat Nur, pada Surat Keputusan DPP Partai Demokrat No.65/SK/DPP.PD/DPC/III/2021 juga ditunjuk pelaksana tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Bantul, DIY, yang akan dipegang oleh Irawan S Leksono.
Terpisah, Ketua DPD Partai Demokrat DIY Heri Sebayang mengatakan kader yang dipecat yakni ketua DPC PD Sleman dan Bantul. Keduanya diketahui hadir dalam KLB di Deli Serdang.
Baca juga: Dipecat Karena Hadiri KLB, Ketua DPC Demokrat Sleman Bantah Iming-iming Rp100 Juta
"Mereka dipecat karena membelot. Hadir dalam KLB. Tidak taat dengan aturan partai. Sudah dipecat," kata Heri.
Sekretaris DPD Partai Demokrat DIY, Freeda Musthikasari mengatakan indikasi pembelotan dari Ketua DPC PD Sleman dan Bantul terlihat saat DPP meminta agar pemilik suara, yakni DPD dan DPC membuat surat dukungan kepada Ketum AHY. Akan tetapi, sampai batas waktu yang diberikan yakni Kamis (4/3/2021), surat dukungan tidak ditandatangani dan diserahkan.
"Kami juga kesulitan berkomunikasi dengan yang bersangkutan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Google resmi memperkenalkan Googlebook, laptop berbasis Gemini AI yang digadang menjadi penerus Chromebook.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.
Prabowo tegas minta BPKP tetap periksa pejabat yang diduga menyimpang tanpa melihat kedekatan dengan dirinya.
Polisi selidiki keributan di Tegalrejo Jogja yang viral di media sosial. Diduga terjadi penganiayaan usai cekcok di jalan.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.