Pertunjukan Seni dan Budaya di Jogja Masih Daring

Salah satu adegan dalam pertunjukan utama WJNC 2020 yakni pementasan lakon Babat Alas Mertani sebagai puncak HUT Kota Jogja ke 264. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
15 Maret 2021 08:27 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kepala Dinas Pariwisata Jogja, Wahyu Hendratmoko memastikan kegiatan atraksi seni dan budaya yang digelar Dinas Pariwisata Jogja sampai saat ini masih digelar daring. Dinas Pariwisata belum berani menggelar atraksi seni dan wisata secara terbuka dan langsung atau luring, meski ada lampu hijau dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Wahyu mengatakan meski Kemenparkraf sudah mengizinkan bahkan sudah membuat protap tentang event musik, olahraga, MICE (Meeting Incentives, Conferencing, Exhibitions) dan pekan budaya yang sesuai dengan protokol kesehatan, namun tetap dikembalikan lagi pada kebijakan di daerah sesuai situasi dan kondisi penyebaran virus Corona.

BACA JUGA : Pertunjukan Budaya di Jogja Akan Mulai Digelar Kembali

Pihaknya juga terus berkomunikasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 tingkat kota maupun provinsi. Sampai saat ini belum ada rekomendasi untuk menyelenggarakan kegiatan atraksi seni dan wisata sebagai daya tarik pariwisata secara langsung dan terbuka, “Semuanya masih didorong untuk diselenggarakan secara daring,” kata Wahyu, saat dihubungi Minggu (14/3/2021)

“Pertunjukan seni dan wisata boleh tapi tanpa ada penonton, direkam kemudian disiarkan melalui kanal youtube,” ujar Wahyu.

Dinas Pariwisata tetap membelanjakan anggaran kegiatan pertunjukan seni dan wisata melalui daring agar para pelaku seni tetap mendapat pendapatan di tengah pandemi dan bisa berkreasi melalui kegiatan tersebut meski melalui daring.

BACA JUGA : Dinas Kebudayaan Sleman Gelar Festival Ketoprak secara

Dia mencontohkan beberapa pertunjukan seni dan budaya yang sudah digelar daring seperti Pekan Budaya Tionghoa yang berlangsung selama sepekan, Festival Kangen Jogja yang sudah mau kedua kalinya, serta event Jogjavaganza. “Semuanya tetap dilaksanakan tapi daring,” kata Wahyu.