Advertisement

Warga Piyungan Bantul Ubah Pembuangan Sampah Jadi Objek Wisata

Jumali
Rabu, 17 Maret 2021 - 18:17 WIB
Budi Cahyana
Warga Piyungan Bantul Ubah Pembuangan Sampah Jadi Objek Wisata Pengunjung mendatangi Taman Ingas, Kwasen, Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan, Bantul, Rabu (17/3/2021). - Harian Jogja/Jumali

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Inovasi dilakukan warga RT 05 Kwasen, Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan, Bantul. Mereka menyulap lokasi pembuangan sampah liar menjadi objek wisata bernama Taman Ingas.

Koordinator Taman Ingas Mudhofar menuturkan objek wisata yang terletak 500 meter dari selatan Pasar  Srimartani dan berada di dua sisi Kali Gawe ini mulai hadir pada Oktober lalu.

BACA JUGA: Pemburu di Gunungkidul Tewas Tertembak di Dada, Ini Fakta yang Terungkap

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Awalnya, tempat itu adalah lokasi pembuangan sampah liar warga. Namun, oleh warga kemudian dibersihkan dan dibuat menjadi taman untuk warga sekitar. Dana mengubah taman berasal dari hasil patungan warga sekitar.

“Jadi awalnya ada lomba mancing  hingga empat lima kali. Sekali lomba mampu meraih uang Rp10 juta. Alhasil, muncul ide membuat taman,” katanya, Rabu (17/3/2021).

Dalam perkembangannya, warga tidak hanya melengkapi taman tersebut dengan saung dan warung tetapi juga memasang wifi gratis. Keberadaan taman pun kemudian banyak diketahui warga di luar Kalurahan Srimartani.

Tempat ini saat ini masuk dalam jujugan para pesepeda. Mudhofar mengatakan ada 100 orang dilibatkan dalam pengelolaan. Mereka juga memaksimalkan keberadaan 15 warung yang berdiri di komplek tersebut.

BACA JUGA: Pemburu di Gunungkidul Tewas Tertembak di Dada, Ini Fakta yang Terungkap

“Sementara tiket masuk dan parkir sukarela. Kunjungan di akhir pekan bisa mencapai 500 orang,” ungkapnya.

Advertisement

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Bantul Gupiyanto mendukung langkah dari pengelola taman yang melakukan inovasi dan menunjukkan hal berbeda dibandingkan daerah lainnya.

“Karena ini akan jadi modal untuk ditawarkan dalam pemasaran. Keunikan ini akan menjadi daya tarik sendiri,” jelasnya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Proyek Pembangunan 10 Kota Baru di Indonesia Tak Akan Selesai pada 2024

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 04:27 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement