Gunungkidul Budi Daya Porang di Lahan 10 Hektare di Kemadang

Ilustrasi bunga porang. - Antara
19 Maret 2021 14:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Budidaya porang dikembangkan di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul. Pada tahap awal, bibit ini ditanam di lahan seluas 3.000 meter persegi.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Raharjo Yuwono mengatakan penanaman porang di Kemadang sudah dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Heri Susanto beberapa hari lalu. Rencananya lokasi budidaya akan menggunakan lahan seluas lima hingga sepuluh hektare. Namun di tahap awal, penanaman baru dilakukan di lahan seluas 3.000 meter persegi.

BACA JUGA: Warga Desa Terdampak Tol Jogja-Solo Gencar Diiming-imingi Mobil, Rumah, Hingga Investasi

“Ini masih bertahap karena rencananya sampai sepuluh hektare,” kata Raharjo, Jumat (19/3/2021).

Menurut dia, porang menjadi komoditas yang memiliki nilai jual tinggi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami akan menggunakan pupuk organik,” katanya.

Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto mengapresiasi pengembangan porang di Kalurahan Kemadang. Menurut dia, program ini harus dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani.

Heri berharap porang tidak menggunakan lahan produktif karena bisa mengganggu produksi pangan di masyarakat. Ia menuturkan, berdasarkan penelitian, porang bisa tumbuh, meski dengan kondisi tanah yang tidak produktif. Selain itu, tanaman ini juga bisa berdampingan dengan tanam keras seperti jati dan lain sebagainya.

“Meski terlindungi sekitar 60% dari tanaman lain, porang masih bisa tumbuh sehingga budidaya bisa dilakukan di mana saja. Porang bisa membuat lahan yang semula kosong menjadi produktif, karena memang perawatannya mudah,” katanya.