Vaksinasi Lansia Kota Jogja Baru Tercapai 5,98 Persen dari Target

Sejumlah lansia mengikuti skrining kesehatan sebelum mendapat vaksinasi, di GSP UGM, Minggu (21/3/2021). - Harian Jogja/ Lugas Subarkah\\r\\n
21 Maret 2021 22:17 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Vaksinasi untuk lansia di Kota Jogja baru tercapai 5,98 persen atau sekitar 17.651 orang pada dosis pertama, menurut data per Sabtu (20/3/2021).

Sementara pada dosis kedua baru tercapai 0,08 persen atau 251 orang. Menurut Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie, target vaksinasi lansia di Jogja berjumlah 295.349 orang.

Untuk semakin menjangkau, vaksinasi lansia di beberapa tempat bisa melalui puskesmas, salah satunya di Kabutapen Gunungkidul. “Di Gunungkidul tidak memungkinkan kalau di Rumah Sakit, tapi juga harus di puskesmas. Selama tenaga medis di puskesmas cukup mampu untuk menangani, terutama kondisi gawat darurat khususnya pada lansia, tidak masalah [vaksinasi di puskesmas],” kata Pembajun saat ditemui di sela-sela acara vaksinasi petinggi bank di DIY yang berlangsung di Bank Indonesia pada Minggu (21/3/2021).

“[Vaksinasi] lansia tetap kami dorong," tambahnya.

Baca juga: UGM Gelar Kuliah dengan Sistem Blended Mulai Agustus

Sementara untuk vaksinasi masyarakat yang bekerja di pelayanan publik di DIY telah tercapai 26,63 persen atau 89.157 orang pada dosis pertama. Untuk dosis kedua baru tercapai 8,90 persen atau 29.793 dosis. Adapun target vaksinasi pelayan publik sebanyak 334.754 orang.

Berbeda lagi dengan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK). Sudah sekitar 44.251 SDMK yang mendapat vaksin. Jumlah ini melebihi target awal lantaran data terus bergerak. Selain data yang terus bergerak, adapula beberapa fasilitas pelayanan kesehatan yang belum memasukkan data. Adapula penambahan target dari SDMK atas perluasan kategori.

Baca juga: ICW: Pengadaan Alkes Covid-19 Berpotensi Rugikan Negara

“Apapun profesinya, dimanapun bekerjanya, profesi tenaga kesehatan (nakes) kami minta untuk mendaftar, mau mandiri atau di institusi manapun. Misalnya dia dosen tapi juga nakes,” kata Pembajun. “Termasuk pendukung [SDMK], misal di puskesmas [seperti] supir ambulance, cleaning service, masuk dalam SDMK.”

Apabila sesuai rencana, vaksinasi untuk SDMK selesai pada Juni 2021. Meskipun melewati bulan Ramadhan, vaksinasi tetap berjalan. Nantinya ada skenario khusus, seperti shift pagi dan shift setelah berbuka puasa.