Enggan Sewa Atlet, Bantul Target Juara di Porda DIY 2022

Wakil Bupati Bantul Joko B Purnomo saat membuka Musyawarah Kerja (Musker) KONI Bantul Tahun 2021 di Gedung Induk Lantai III Pemkab Bantul, Sabtu (20/3). - Ist.
21 Maret 2021 09:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pemkab Bantul  menargetkan juara pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2022 di Sleman.  Meski berat, Pemkab Bantul optimistis dengan kekuatan lokal dan tidak menyewa atlet dari luar DIY target juara pada kegiatan multi even dua tahunan ini akan tercapai.

Wakil Bupati Bantul Joko B Purnomo mengatakan target meraih juara pada Porda DIY 2022 adalah realistis. Hal ini didasarkan pada prestasi dari kontingen Bantul di Porda DIY 2019 di Kota Jogja. Saat itu, Bantul yang berkekuatan atlet lokal dan tidak menyewa atlet dari luar DIY mampu menjadi runner-up dibawah sang juara Sleman.

BACA JUGA : Ini Jumlah Bonus Bagi Atlet Bantul yang Berlaga di Porda DIY 

"Fenomena daerah lainnya memang banyak yang sewa atlet. Tapi, bukannya jika hal itu dilakukan akan menjadi juara yang semu karena atletnya bukan asli daerahhya," kata Joko saat membuka Musyawarah Kerja (Musker) KONI Bantul Tahun 2021 di Gedung Induk Lantai III Pemkab Bantul, Sabtu (20/3/2021).

Lebih lanjut Joko mengakui, meski Bantul cukup banyak melahirkan  atlet berprestasi, tapi sarana dan prasana pendukung latihan sampai kini  belum memadai. Alhasil, banyak atlet meminjam sarana prasana dari daerah lain. Dalam perkembangannya, atlet tersebut justru membela daerah lainnya.

Agar kejadian itu tidak terus terjadi, Joko menyatakan Pemkab akan mendata atlet berprestasi asli Bantul untuk diajukan sebagai penerima penghargaan dan imbalan.

"Bisa nanti berupa materi atau diangkat sebagai pegawai harian lepas. Agar atlet itu nyaman berlatih dan ada kejelasan masa depan," katanya.  

BACA JUGA : Suharsono Bangga Porda Tak Libatkan Atlet Luar Bantul 

Ketua KONI DIY Djoko Pekik Irianto mengatajab meraih prestasi di ajang olahraga tidak bisa dilakukan secara instan dengan mengontrak pemain dari daerah lain. Meski secara administrasi sewa atlet dari daerah lain sah, tapi secara moral tidak.

"Untuk itu Lebih baik mencari dan membina demi masyarakat Bantul sendiri," katanya.