Bantul Bangun Taman Budaya Taraf Internasional Seluas 5 Hektare di Pajangan

Anak-anak dari Sanggar Omah Joget sedang mementaskan tarian Caping Ayu dalam Gebyar Wisata Budaya di kawasan wisata River Tubing Polaman, Argorejo, Sedayu, Bantul, Selasa (2/4/2019). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
22 Maret 2021 13:07 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melanjutkan  proyek pembangunan Taman Budaya Bantul (TBB) di Kamijoro, Sendangsari, Pajangan. Proyek yang dibiayai dana keistimewaan (danais) itu digadang-gadang akan bertaraf internasional.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan proses pembebasan lahan seluas lima hektare untuk TBB telah berjalan. Sebanyak 19 pemilik lahan telah sepakat dan menandatangani kesediaan menjual lahan kepada Pemkab Bantul.

BACA JUGA: Penambangan di Tanah Warga Jadi Ancaman Konservasi Lahan Sumber Air di Sleman

"Total anggaran untuk pembebasan lahan sekitar Rp25 miliar. Tahun ini, kami juga menargetkan detail enginering detail (DED) selesai," kata Halim, Senin (22/3).

Setelah DED beres, pada 2022 akan dimulai konstruksi untuk TBB. Adapun anggaran untuk bangunan TBB dianggarkan senilai Rp130 miliar. "Jadi total anggaran mulai dari pembebasan lahan, DED dan pembangunan konstruksi lebih dari Rp150 miliar," lanjut Halim.

Dengan anggaran yang cukup besar, menurut Halim, TBB akan menjadi taman budaya berlevel internasional. "Jadi kalau ada pertunjukan pertukaran kebudayaan tidak memalukan," tandas Halim.

Halim mengatakan TBB akan digunakan sebagai tempat pertukaran kebudayaan, selain menggelar pentas di lokasi tersebut.

"Gedung juga harus representatif dan berkelas internasional. Dicerminkan dengan bangunan yang lebih luas dan kelengkapan sarana dan prasarana," paparnya.

BACA JUGA: Saatnya Penyelenggara Event di Jogja Menyiapkan Diri

Lokasi TBB kelak dekat dengan rencana outer ringroad. Pemkab Bantul juga ingin mengembangkan perekonomian Bantul bagian barat karena daerah barat belum banyak tersentuh.

"Pertimbangan jangka panjang. Kami ingin Bantul sisi barat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Diharapkan, taman budaya akan jadi pengungkit aktivitas ekonomi di sekitarnya," ucap Halim.

Halim menyatakan TBB sangat berbeda dengan Pasar Seni Gabusan yang ada di Kapanewon Sewon tersebut.

"Jelas beda. Ke utara dan ke selatan. Ini juga lebih kuat karena status tanah beli, bukan tanah kas desa seperti yang di Gabusan," terang Halim.

BACA JUGA: Jamur Merang Berpotensi Dikembangkan di Kulonprogo

Sekda Bantul Helmi Jamharis mengatakan pembangunan TBB tidak sepenuhnya menggunakan danais, tapi juga menggunakan APBD Bantul.

"Utamanya untuk penyusunan DED dan masterplan gunakan APBD 2021," katanya.

Sementara untuk penyusunan DED, Pemkab Bantul akan melibatkan seniman dan budayawan.

Lurah Sendangsari, Pajangan, Durori berharap berdirinya TBB di desanya akan mampu mendorong tumbuhnya perekonomian warga.

"Ini untuk pintu kemajuan Pajangan. Kami akan dukung penuh pembangunannya. Karena ini akan sangat membantu perekonomian warga," kata Durori.