Jamur Merang Berpotensi Dikembangkan di Kulonprogo

Ilustrasi. - Freepik
22 Maret 2021 10:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Komisi II DPRD Kabupaten Kulonprogo mendorong agar pemerintah kabupaten Kulonprogo melirik potensi yang dipunyai oleh kawasan budi daya jamur merang di Kelompok Berkah Jamur, Dusun Kasihan II, Kalurahan Ngentakrejo, Kecamatan Lendah.

Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo Priyo Santoso produksi jamur merang di Kulonprogo memiliki potensi pangsa pasar yang luas. Akan tetapi, potensi tersebut tidak dibarengi dengan kemampuan pembudidaya yang terbatas karena sejumlah kendala.

"Kelompok Jamur Berkah baru mempunyai 10 kubung. Setiap kubung mampu memproduksi 150 kilogram dalam waktu 25 lima hari. Harga satu kilogram jamur merang di tingkat pembudidaya itu Rp28 ribu," ujar Priyo saat dikonfirmasi pada Minggu (21/3/2021).

Baca juga: Lewat Sanggar, Warga Keparakan Jogja Ajarkan Etika dan Seni kepada Anak-Anak

Kelompok Jamur Berkah mulai mengembangkan budi daya jamur merang yang hasilnya mampu menjadi sumber pendapatan masyarakat di tengah kesulitan ekonomi karena dampak pandemi Covid-19.

"Kami Komisi II DPRD Kulonprogo bakal mendampingi Kelompok Berkah Jamur agar nantinya mendapatkan bantuan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait supaya semakin berkembang," sambung Priyo.

Priyo menilai potensi yang dimiliki oleh jamur merang untuk laku di pasaran cukup tinggi dan luas. Oleh karena itu, dewan meminta agar sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Kulonprogo mampu bersinergi untuk mendorong agar budi daya jamur merang semakin membaik ke depannya.

Baca juga: UGM Gelar Kuliah dengan Sistem Blended Mulai Agustus

"Kami minta Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan Dinas Lingkungan Hidup berkolaborasi mengembangkan rintisan budi daya jamur merang di Kasihan II. Budi daya jamur merang ini pangsa pasarnya sangat luas," pinta Priyo.

Sementara itu, Ketua Kelompok Berkah Jamur Lendah, Sumarjono, mengatakan permintaan jamur merang di pasaran cukup tinggi. Namun, kelompoknya belum mampu memproduksi jamur untuk kebutuhan setiap hari.

Saat ini, kata Sumarjono, Kelompok Berkah Jamur baru mempunyai 10 kubung. Padahal, untuk mencukupi permintaan pasar setiap harinya, satu kelompok minimal harus memiliki 30 kubung.

"Kami berharap Pemkab Kulonprogo memberikan bantuan kepada kelompok kami. Kami terkendala modal dalam membuat kubung. Modal yang dibutuhkan membuat satu kubung Rp15 juta," tutup Sumarjono.