Harga Cabai di Gunungkidul Jadi Sorotan, Jauh Lebih Mahal dari Sleman

Bupati Gunungkidul Sunaryanta saat ngobrol dengan pedagang ayam di Pasar Argosari, Wonosari. Rabu (24/3/2021). - Harian Jogja/David Kurniawan
24 Maret 2021 14:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY bersama-sama dengan Bupati Gunungkidul Sunaryanta melakukan pemantauan harga-harga di Pasar Argosari, Wonosari, Rabu (24/3/2021). Dalam pantauan ini harga komoditas cabai rawit di Gunungkidul terhitung tinggi dibandingkan dengan wilayah lain di DIY.

Kepala Biro Adminitrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Sekretariat Daerah DIY, Ni Made Dwipanti mengatakan, pemantauan harga-harga kebutuhan pokok merupakan agenda rutin yang dilakukan secara berkala. Secara umum harga-harga relatif stabil, meski ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, salah satunya cabai rawit merah.

Menurut dia, dari hasil pemantauan, harga cabai rawit merah di Gunungkidul lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah lain di DIY. Ia mencontohkan di Sleman, meski masih mahal namun harganya lebih rendah karena dipasarakan Rp93.000 per kilogram, sedangkan di Gunungkidul masih dijual diharga Rp120.000 kilogram.

Baca juga: Ini Data Terbaru Kasus Covid-19 di Bantul

“Memang harga cabai masih tinggi. Ini tidak hanya terjadi di Gunungkidul, tapi juga daerah lain mengalami hal yang sama,” kata Ni Made, kemarin.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Gunungkidul, Johan Eko Sudarto. Menurut dia, harga cabai rawit merah di Gunungkidul masih tinggi karena dipatok Rp120.000 per kilogram. “Kemarin [Selasa 23/3/2021] sempat turun jadi Rp115.000 per kilonya, tapi hari ini [kemarin] kembali naik,” kata Johan.

Ia menungkapkan, kenaikan harga ini tak lepas minimnya stok di pasaran. Guna menyiasati hal ini dengan mendatangkan cabai dari wilayah sentra penghasil seperti Sleman dan Kuloprogo. “Kami akan berupaya mengatasi kelangkaan agar saat Ramadhan harganya tidak semakin melonjak,” katanya.

Selain cabai rawit merah, kenaikan juga terjadi pada komoditas bawang merah yang dijual Rp32.000 per kilogram. padahal sebelumnya, komoditas ini dipasarkan dengan harga Rp29.000 per kilonya. “Ada kenaikan sedikit, tapi belum signifikan,” katanya.

Baca juga: Jelang ASPD, Peserta Didik Diperbolehkan Belajar di Sekolah

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta meminta kepada disperindag untuk melakukan pemantauan terkait dengan stok, khususnya saat puasa dan jelang perayaan Hari Raya Idulfitri. “Untuk saat ini masih stabil, meski ada beberapa komoditas yang naik. Saya berharap kebutuhan pokok saat puasa ada jaminan stok di pasaran, sehingga pemantauan harus dilakukan pemantauan secara berkala,” katanya.