Guguran Lava Merapi Pertama Kali Terlihat di Sisi Tenggara

Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
26 Maret 2021 18:17 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Guguran lava Gunung Merapi pada erupsi 2021 pertama kalinya terlihat di sisi tenggara ke arah sungai Gendol pada Kamis (25/3/2021) sore dan malam. Guguran ini berasal dari kubah lava yang berada di tengah kawah.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, mengatakan guguran lava ke arah tenggara terjadi pada 17.40 WIB dan 23.16 WIB. "Dengan jarak luncur maksimal 400 meter," ujarnya Jumat (26/3/2021).

Kedua guguran ini bersumber pada kubah lava kedua, yakni kubah lava yang berada di tengah kawah telah teridentifikasi pada awal Februari lalu dan hingga kini terus tumbuh. Berdasarkan pengamatan terakhir, kubah lava ini memiliki volume 950.000 meter kubik dengan pertumbuham 12.800 meter kubik per hari.

Guguran lava juga terjadi di kubah lava sisi barat daya di hari yang sama, yakni sebanyak enam kali dengan jarak luncur maksimal 700 meter. Pada Kamis (25/3/2021), kubah lava ini tercatat memiliki volume 949.000 meter kubik, dengan pertumbuhan 13.300 meter kubik per hari.

BACA JUGA: Kemendikbud Luncurkan Kartu Indonesia Pendidikan

Total dalam sepekan, Jumat-Kamis (19-25/3/2021), terjadi guguran lava dengan jarak luncur maksimal 1.200 meter ke arah barat daya dan 2 kali gugutab lava ke arah tenggara dengan jarak luncur maksimal 400 meter.

Dalam sepekan terakhir juga telah terjadi Awan panas guguran sebanyak 4 kali dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter ke arah barat daya yang terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimal 70 mm dan durasi 174 detik.

Pada kegempaan tercatat empat kali Awan panas guguran, 29 kali gempa Fase Banyak, satu kali gempa Low Frekuensi, 911 kali gempa Guguran, 15 kali gempa Hembusan dan dua kali gempa Tektonik. "Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih rendah dibandingkan minggu lalu," katanya.

Dengan tingkat aktivitas ini status Gunung Merapi saat ini masih Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Selatan–Barat Daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.