Sleman Siap-siap Sekolah Tatap Muka, Ortu Siswa Mendukung

Ilustrasi. - Antarafoto
01 April 2021 09:27 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Pendidikan Sleman telah merencanakan sekolah tatap muka pada Juli mendatang. Sejumlah sekolah telah menyiapkan keperluan prosedur operasional standar (POS), sementara wali murid juga mendukung tatap muka segera terlaksana.

Humas SMA N 1 Depok, Eko Yulianto, mengatakan kendati masih menunggu instruksi Pemda DIY untuk pelaksanaan sekolah tatap muka, pihaknya telah menyiapkan POS tatap muka dalam fase new normal.

"Antara lain meliputi POS pelaksanaan KBM [kegiatan belajar mengajar], POS Ekstra kurikuler, POS kegiatan olahraga, POS pengantaran dan penjemputan, POS kehadiran tamu dan sebagainya," katanya, Rabu (31/3/2021).

BACA JUGA : Sekolah Tatap Muka Mulai 19 April, Sultan: Maksimal 2 Jam di Ruangan, Lalu Istirahat

Ia mencontohkan pada POS KBM, akan diterapkan sistem shift untuk dapat mengimplementasikan physical distancing dan menghindari kerumunan. Hal ini menurutnya sudah sesuai arahan Pemda DIY.

Sebelum melaksanakan sekolah tatap muka, selain memastikan semua kesiapan dari sekolah, ia juga akan meminta persetunuan orang tua siswa. "Orang tua dimintai persetujuan, sesuai prosedur," katanya.

Salah satu orang tua siswa, Amelia, warga Selomartani, Kalasan, mengatakan ia sangat mendukung sekolah tatap muka segera dilaksanakan. "Selama ini orang tua repot membagi waktu, terutama yang bekerja semua," ungkapnya.

Selain itu, menurutnya pembelajaran secara daring juga membuat anak-anak ketergantungan pada ponselnya, terus menatap layar yang berdampak buruk pada kesehatan mata. "Anak-anak akhirnya tidak begitu paham dengan pelajaran," katanya.

Ia sepakat sekolah tatap muka meski siswa belum divaksin, dengan catatan guru sudah divaksin dan pembelajaran dilaksanakan secara shift sehingga durasi anak di sekolah tidak lama.

BACA JUGA : DIY Mulai Buka Sekolah Tatap Muka 19 April

"Setuju asal guru sudah divaksin. Karena mobilitas yang tinggi kan orang dewasa. Kalau anak relatif aman karena selama pandemi lebih banyak hanya di rumah," ujarnya.