Cheng Beng di Makam Gunung Sempu Wujud Penghormatan pada Leluhur

Kegiatan pembersihan makam di Makam Gunung Sempu, Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan, Kamis (1/4/2021). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
02 April 2021 05:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Bantul Share :

Harianjogja.com, JOGJA— Koko Cici Jogja bersama dengan Ako Amoi Hakka Jogja dan Jogja Chinese Art and Culture Centre (JCACC) mengadakan kegiatan Cheng Beng atau ziarah ke makam leluhur, di Kompleks Makam Gunung Sempu, Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan, Kamis (1/4/2021). Kegiatan ini sebagai wujud bakti penghormatan pada leluhur.

Kegiatan Cheng Beng dimulai pukul 07.00 WIB, anggota Koko Cici Jogja bersama dengan Ako Amoi Hakka Jogja dan JCACC membersihkan makam yang nampak tidak terawat, kemudian menghantarkan doa, dan menabur bunga di makam.

“Kami kolaborasi membersihkan makam yang tidak terawat, ada sekitar lima lebih makam yang dibersihkan. Jadi tradisi Cheng Beng ini pergi ke makam dan berdoa wujud penghormatan kepada leluhur, dan mempererat tali persaudaraan. Meski bukan keluarga dekat kami tetap bersihkan, yang terlihat tidak terawat,” ucap Cici Jogja 2020, Catherine Presilia Gunawan.

Baca juga: Perbedaan Belajar Tatap Muka Terbatas dengan Keadaan Normal

Catherine berharap generasi muda keturunan Tionghoa dapat terus melestarikan berbagai tradisi budaya leluhur. “Walaupun Covid-19 harus beradaptasi dengan menerapkan protokol kesehatan, budaya harus tetap dilestarikan,” ucap Catherine.

Senada dengan Catherine, Amoi Hakka Jogja 2020, Lusi Elpina mengatakan tradisi Cheng Beng ini sebagai salah satu tradisi budaya bentuk penghormatan pada leluhur yang telah meninggal. “Tradisi Cheng Beng ini bentuk rasa bakti pada leluhur, dengan membersihkan makam ini kami ada interaksi,” ucapnya.

Baca juga: Penelitian: 7 dari 10 Rumah Tangga Indonesia Minum Air Terkontaminasi

Dia juga menyambut baik kolaborasi dengan Koko Cici Jogja ini. Menurutnya Amoi Hakka Jogja 2020 dan Koko Cici Jogja memiliki visi yang sama untuk melestarikan tradisi dan budaya. “Harapan ke depan walaupun situasi pandemi seperti sekarang, semua dapat terus berkarya mengingat budaya dan terus melestarikan,” ucap Lusi.

Humas JCACC, Bekti mengapresiasi generasi muda yang terus melestarikan tradisi dan budaya leluhur. “Harapan kami senior di JCACC tentu untuk muda-mudinya dapat melestarikan tradisi seperti ini. Kemudian dapat mengajak juga yang di luar [generasi muda di luar organisasi] untuk dapat bergabung melestarikan budaya,” ucap Bekti.

Dalam kegiatan tersebut protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 juga menjadi perhatian. Di akhir kegiatan juga dilakukan penyerahan sembako kepada warga sekitar makam.