Densus Tangkap Sejumlah Terduga Teroris di DIY, Polda Beri Back Up

Kabid Humas Polda DIY Kombes pol Yuliyanto saat memberikan keterangan kepada wartawan di lobi Mapolda DIY, Senin (24/2/2020).-Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
04 April 2021 17:57 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yulianto, menjelaskan untuk pemantauan jaringan terorisme di Jogja, Polda DIY sebatas melakukan back up satgas wilayah Densus 88, sehingga tidak memiliki banyak informasi.

“Ada satgas wilayah yang ada di Jogja, yang nangani. Polda sifatnya back up aja,” ujarnya, Minggu (4/4/2021).

Terkait indoktrinasi terorisme, secara umum menurutnya media sosial menjadi salah satu sarana yang rawan untuk digunakan sebagai aktivitas indoktrinasi. “Ada statemen dari Jakarta, dari tokoh, dari pelaku, mereka bilang medsos. Itu secara umum,” ungkapnya.

Sementara untuk kegiatan indoktrinasi di lingkungan pendidikan seperti kampus, ia belum berani berkomentar karena belum memiliki data yang jelas. “Kalau bicara Jogja tidak berani detail. Dari Densus juga tidak semua bisa disampaikan,” kata dia.

Seperti diberitakan, pada Jumat (2/4/2021) petang, Densus 88 Antiteror Mabes Polri menggeledah satu rumah dan satu pondok pesantren (Ponpes) Ibnul Qoyyim, di Padukuhan Gandu, Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Sleman. Selain itu, Densus 88 juga menangkap sejumlah warga di Bantul.