Teror Ular Piton Resahkan Warga Ngloro, Sudah 15 Ekor Tertangkap

Ilustrasi. - Freepik
04 April 2021 11:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Warga Kalurahan Ngloro, Saptosari diresahkan dengan kemunculan ular piton di sekitar permukiman. Selain memangsa ternak, teror hewan melata ini mengakibatkan salah seorang warga menjadi korban gigitan.

Kemunculan belasan piton ini terlihat sejak Januari lalu karena warga berhasil menangkap dua ekor. Penangkapan tersebut awalnya dikira fenomena yang biasa. Namun keanehan mulai muncul sejak Maret karena hingga awal April sudah ada 15 ekor piton yang ditangkap.

Penangkapan terakhir terjadi pada Jumat (2/4/2021) malam. Diketahui ular sepanjang tiga meter ini tertangkap setelah memangsa ayam jago milik warga. Tak hanya itu, pada Sabtu (3/4/2021) sore, ada yang melihat dua ekor piton yang menyeberang jalan masuk ke area ladang kacang di wilayah tersebut.

Baca juga: Jadi Ketua PB ISSI, Kapolri Listyo Sigit Tidak Langgar Rangkap Jabatan

Salah seorang warga Kalurahan Ngloro, Muhammad Bahrudin mengatakan, kemunculan piton-piton ini membuat warga resah. Pasalnya, kemunculan sudah memasuki area rumah. “Kemunculan tidak hanya di luar rumah, karena ada warga yang melihat piton di dapur dan kamar mandi. Terakhir pada Sabtu sore ada yang melihat dua ekor yang melintas di jalan dan masuk ke ladang yang ditanami kacang oleh warga,” kata Bahrudin, Minggu (4/4/2021).

Dia menjelaskan, sejak kemunculan pertama kali di Januari lalu sudah ada 15 ekor yang berhasil di tangkap. Adapun rinciannya, dua ekor ditangkap rentang waktu Januari, sedangkan sisanya 13 ekor ditangkap dari Maret sampai April ini. “Untuk ukuran bervariasi dari satu meter hingga hampir mencapai lima meter,” katanya.

Baca juga: 6.000 Rimbawan Perhutani Terancam Pensiun Dini, Ini Kata Serikat Karyawan

Bahrudin mengungkapkan, teror muncul karena di awal-awal penampakan ada yang membunuh hewan ini. Warga mempercayai pada saat piton dibunuh akan memicu munculnya piton-piton lainnya. Untuk itu, sambung dia, warga sekarang tidak ada yang berani membunuh karena piton yang tertangkap ada yang dipelihara, tapi ada juga yang dikembalikan ke habitatnya ke sebuah luweng di dekat dusun.

“Percaya atau tidak memang ada sisi mistisnya juga. Oleh karenanya, sekarang tidak ada yang berani membunuh piton-piton yang ditangkap,” imbuh dia.