Travel Pattern Diharapkan Berdampak pada Hotel dan Restoran

Ilustrasi hotel - JIBI
05 April 2021 10:17 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranawa menyambut baik wacana travel pattern yang digagas Badan Otorita Boribudur dan diharapkan akan berdampak pada hotel dan restoran di DIY.

“Jadi apapun programnya kita dukung, yang jelas kita itu pariwisata itu tidak bias disekat, jadi [wisatawan dari] Jogja bisa ke Borobudur atau ke Magelang atau kemana,” kata Deddy, melalui sambungan telepon, Minggu (4/4/2021).

Menurut Deddy pariwisata itu tidak bias disekat “Bisa saja orang pengennya menginap di Jogja wisatanya di Borobudur kan bisa karena segmen pasar itu akan terbentuk sendiri, ini jadi tantangan destinasi masing-masing di Jogja, Solo, Semarang,” kata dia.

Yang menjadi tantangan bagi dia adalah bagaimana semua destinasi wisata bisa mengkreasikan untuk menarik minat wisatawan. Demikian juga pelayanan di hotel dan restoran sehingga akan terjadi persaingan yang sehat bagaimana mengikat wisatawan untuk menginap di hotel di DIY dan wilayah sekitarnya.

Long Weekend

Sementara itu terkait libur panjang Paskah, Deddy menyatakan ada peningkatan okupansi atau tingkat hunian hotel rata-rata 50%, namun peningkatannya dibanding hari biasa sebesar 30%, dari yang tadinya 20% meningkat 30% terutama di Jumat dan Sabtu, pekan lalu.

Namun peningkatan tersebut diakui Deddy masih terpusat di wilayah tengah dan utara DIY atau belum merata sampai hotel bintang dan non bintang di wilayah timur dan barat.