Pangeran William Menangis Saat Aston Villa Juara Eropa
Aston Villa juara Liga Europa 2026 usai mengalahkan Freiburg 3-0. Pangeran William menangis haru di tribun stadion.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul memastikan stok vaksin yang ada di gudang farmasi tinggal 5.290 vial. Jumlah itu hanya mampu mengampu sebanyak 2.645 penerima vaksin.
"Jika tidak ada kiriman lagi. Ini hanya akan bertahan beberapa hari. Padahal, setelah ini, kami akan bagikan ke puskesmas untuk vaksinasi lansia," kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budiraharja, Selasa (6/4/2021).
Dengan keterbatasan vaksin tersebut, Gusbud-panggilan akrab Agus Budiraharja, Dinkes tidak bisa berbuat apa-apa. Dinkes memastikan baru akan mempercepat vaksinasi, ketika sudah ada droping vaksin.
"Untuk lansia sendiri ada sekitar 130.000 orang. Karena kondisi ini, maka akan kami vaksinasi secara bertahap. Memang ada perintah agar mendahulukan lansia dari Kemenkes dua hari lalu," lanjut Agus.
Baca juga: Mei 2021, Singapura Mulai Terima Wisatawan yang Punya Sertifikat Vaksin Covid-19
Menurut Agus, awalnya Dinkes telah menyusun rencana menggelar vaksinasi terhadap 1.100 pelaku wisata pada pekan ini. Akan tetapi dalam perkembangannya,vaksinasi terhadap pelaku wisata diundur karena ada perintah dari Kemenkes untuk mendahulukan vaksinasi terhadap lansia. Pertimbangannya, lansia lebih rawan terpapar Covid-19.
"Hari ini, untuk yang lansia sejatinya telah dimulai. Vaksinasi terhadap 400 calon jemaah haji lansia yang dilakukan hari ini dan besok adalah vaksinasi untuk lansia untuk segmen lain. Rencana vaksinasi untuk lansia maksimal pekan depan dimulai di setiap puskesmas," ucap Agus.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santoso, mengakui vaksinasi di Bantul tergantung kepada ketersediaan vaksin. Di mana, prioritas dari vaksinasi Bantul saat ini selain, lansia ada guru dan tenaga pendidik. Sebab, Dinkes menargetkan sebanyak 42.000 guru dan tenaga pendidik ditarget selesai Juni. Harapannya, sebelum pembelajaran tatap muka digelar, semua guru dan tenaga didik telah selesai divaksin.
"Untuk pelaku wisata kami target selesai April. Tapi baik bagi pelaku wisata, maupun untuk lansia akan disesuaikan dengan ketersediaan vaksin," terang Oki.
Baca juga: Liburan di Masa Pandemi, Ini Sejumlah Destinasi Idola Wisatawan di Gunungkidul
Untuk teknis penyuntikan, Oki memastikan vaksinasi untuk Lansia akan diserahkan ke masing-masing puskesmas. Sedangkan vaksinasi dipastikan tetap berjalan, meski dilakukan di bulan Ramadan.
"Akan seperti biasa. Di jam kerja seperti biasa. Vaksinasi massal tetap akan dilakukan meskipun Ramadan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aston Villa juara Liga Europa 2026 usai mengalahkan Freiburg 3-0. Pangeran William menangis haru di tribun stadion.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.