Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Warga bersama-sama dengan tim relawan sedang melakukan bersih-bersih talut ambrol di Dusun Jatibungkus, Hargomulyo, Gedangsari, Minggu (11/4/2021). /Ist-dok BPBD Gunungkidul\r\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Hujan deras yang mengguyur wilayah Gunungkidul sejak Sabtu (10/4/2021) sore mengakibatkan longsor di sejumlah titik. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai belasan juta rupiah.
Data dari BPBD Gunungkidul, longsor pertama terjadi di Dusun Jatibungkus, Kalurahan Hargomulyo, pada Minggu (11/4/2021) dini hari. Hujan deras yang mengguyur mengakibatkan talut setinggi empat meter dan panjang lima meter ambrol. Material longsoran mengakibatkan tembok dapur milik Slamet jebol.
Adapun longsor kedua terjadi di Dusun Mertelu, Kalurahan Mertelu, Gedangsari. Sama seperti peristiwa di Kalurahan Hargomulyo, longsoran ini dipicu karena hujan deras yang mengguyur dan mengakibatkan tebing setinggi 20 meter longsor dengan lebar mencapai 15 meter.
Baca juga: Malang Diguncang Gempa Susulan Minggu Pagi
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun dua rumah milik warga terancam longsor. Untuk longsor ketiga terjadi di Kalurahan Pengkok, Patuk dan menimpa talut setinggi empat meter dan panjang sepuluh meter. Ditaksir dari tiga longsoran ini kerugian mencapai Rp15juta.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, meski ada tiga kejadian longsor namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa. “Korban nihil karena hanya kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp15 juta,” katanya, Minggu (11/4/2021).
Dia berharap kepada masyarakat untuk tetap waspada karena ancaman bencana masih bisa terjadi, meski pada saat sekarang sudah masuk masa pancaroba. Edy berharap kepada masyarakat, khususnya di daerah rawan untuk berhati-hati sehingga kerugian bisa ditekan pada saat terjadinya bencana.
Baca juga: Kapolri: Ulama Punya Peran Penting Putus Rantai Covid-19
Selain ancaman longsor, di masa pancaroba ini juga berpotensi terjadinya angin kencang. Untuk kerawanan hampir merata di seluruh wilayah Gunungkidul. “Curah hujan sudah turun, tapi potensinya tetap ada sehingga harus diantisipasi. Salah satunya dengan memangkas pohon rindang di sekitar rumah,” katanya.
Panewu Gedangsari, Martono Imam Santoso mengatakan, warga bersama-sama dengan tim relawan telah berkerjabakti untuk membersihkan material longsoran. Salah satunya di lokasi longsor di Dusun Jatibungkus. “Sudah mulai bersih-bersih. Longnsor mengakibatkan tebok dapur milik warga jebol, tapi tida sampai menimbulkan korban jiwa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Presiden Prabowo menyerahkan simbolis pesawat Rafale, Falcon 8X, dan A400M kepada TNI AU di Halim Perdanakusuma.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Tanggal 18 Mei memperingati Hari Kearsipan Nasional, Hari Museum Internasional, Hari Vaksin AIDS Sedunia, hingga Hari Biola Sedunia.
Guru honorer di daerah mengaku lebih tenang mengajar setelah Kemendikdasmen menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 tentang guru non-ASN.
Sebanyak 39 WNI korban kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia, ditemukan. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dan pencarian masih berlangsung.