Ini Jumlah Cadangan Beras yang Ada di Kota Jogja Sekarang

Beras milik Pemkot Jogja di PT Taru Mardani pada Senin (12/4/2021)-Harian Jogja - Sirojul Khafid
12 April 2021 18:17 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Cadangan beras di Kota Jogja sebesar 31 ton. Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Suyana, stok ini berasal dari dua tahun produksi. Pada 2021, produksi beras di Jogja mencapai sekitar 15 ton.

Pencadangan beras ini sebagai upaya memenuhi Peraturan Gubernur DIY Nomor 24 tahun 2016 Tentang Cadangan Pangan Pemerintah Daerah dengan jumlah cadangan minimal 120 ton. Sehingga cadangan beras di Kota Jogja baru tercapai sekitar 26 persen.

Tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menitipkan 15 ton cadangan beras di PT. Taru Martani. "Dengan harapan [cadangan beras] bisa dikelola," kata Suyana dalam acara Penyerahan Cadangan Pangan Pemerintah (CPPD) Kota Jogja di PT. Taru Martani pada Senin (12/4).

Pada sistem pencadangan sebelumnya, stok beras hanya disimpan di gudang. Sehingga tidak jarang saat stok diambil, kualitas beras simpanan menurun. Pengelolaan beras di PT. Taru Martani kini berbeda. Menurut Direktur PT. Taru Martani, Nur Ahmad Affandi, cadangan beras dari Kota Jogja sebesar 25 persen dalam bentuk beras. Sementara 75 persen akan disalurkan pada Gabungan Kelompok Tani (gapoktan) di wilayah-wilayah Kota Jogja.

Agar produktif, cadangan beras ini akan dijual, salah satunya oleh gapoktan. Selain untuk menggerakkan perekonomian, cara ini agar keberadaan beras selalu berganti dengan yang baru. “Mendekatkan pangan dengan masyarakat. Manfaat kedua, gapoktan memperoleh kesempatan mengelola cadangan makanan sebagai modal usahanya,” kata Affandi yang saat ini memiliki 228 karyawan.

Selain membantu dalam hal penyimpanan dan pengelolaan, PT. Taru Martani juga berkomitmen menyerap padi dari petani. Hal ini terutama saat harga padi di tingkat produsen sedang rendah. “Diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi penyimpanan saja, tapi ikut membantu mengatasi masalah di sektor pangan dan pertanian,” kata Affandi.

BACA JUGA: Gelombang Pemudik Diperkirakan Tiba di Jogja 2 Pekan Sebelum Lebaran

Sebelum Pemkot Jogja, pada tahun 2019 Pemerintah Daerah Sleman dan Gunungkidul juga menitipkan cadangan beras di PT. Taru Martani. Selain menjalankan penyimpanan bahan pangan, PT. Taru Martani lebih dahulu menjadi pabrik cerutu dan tembakau. Pabrik ini sudah berdiri sejak 103 tahun lalu.

Dengan jumlah stok ini, Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan apabila masyarakat tidak perlu panik, terutama menjelang Bulan Ramadhan. Stok beras dan daging aman. Adapun kenaikan harga daging ayam di pasar saat ini bukan akibat menurunnya stok, namun lebih kepada permintaan yang tinggi.

“Sehingga kami mengimbau masyarakat di Bulan Ramadhan tidak perlu berlebihan dalam berbelanja. Tidak ada yang mudik, jadi tidak perlu menyiapkan makanan yang berlebihan,” kata Heroe.