Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Ilustrasi wifi./Pixabay
Harianjogja.com, WATES--Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kulonprogo mendorong agar setiap kalurahan di kabupaten Kulonprogo membentuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Pasalnya, belum semua kalurahan di Kulonprogo memiliki KIM.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kulonprogo Rudiyatno mengatakan, memasuki era teknologi dan informasi, akselerasi literasi pembelajaran sehubungan dengan pemanfaatan informasi kepada masyarakat perlu mendapatkan perhatian serius.
BACA JUGA : 6 Kelompok Informasi Masyarakat Tampil dalam Lomba
"Masyarakat bisa memperoleh informasi yang lengkap, benar, dan mudah. KIM bukan lembaga pemerintah, namun bisa dibilang lembaga informal, lembaga yang dibentuk dibawah pertanggungjawaban dari Lurah untuk memberikan informasi maupun menerima informasi," ujar Rudiyatno pada Selasa (13/4/2021).
Berbeda dengan penyelenggara pemerintahan, informasi yang didapatkan oleh KIM lebih umum dan fleksibel. Tidak hanya terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan, tetapi bisa mengangkat tema-tema tertentu yang masyarakat perlu untuk mengetahuinya.
"Seperti bagaimana mengembangkan suatu produk, pemasaran produk, pemanfaatan teknologi informasi, dan lain-lain," kata Rudi sapaan akrab Rudiyatno.
Beberapa waktu lalu, Diskominfo telah mengadakan rapat koordinasi pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di seluruh kalurahan di Kabupaten Kulonprogo.
BACA JUGA : 11 Kelompok Informasi Masyarakat Peroleh Bantuan Papan
Rakor tersebut diadakan di Command Room Diskominfo Kabupaten Kulonprogo dan dihadiri seluruh Panewu dan Lurah di Kabupaten Kulonprogo secara virtual melalui zoom meeting.
"Tahap awal setidaknya lurah bisa membentuk SK sebagai dasar formal untuk melakukan tugas kegiatan kewajiban karena setelah pertemuan tersebut bisa menguatkan lagi edaran yang telah kami sampaikan sebelumnya," kata Rudi.
"Karena itu, silahkan pak Lurah dan bu Lurah berdiskusi tentang hal-hal yang berkaitan dengan pembentukan KIM, seperti kendala, manfaat dan lain-lain,” ujar Rudi.
Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik dan Statistik (IKPS) Diskominfo Kabupaten Kulonprogo Bambang Susilo menyampaikan bahwa KIM di Kulonprogo sudah ada beberapa yang terbentuk. Namun, belum ada di semua kalurahan.
Informasi Tersampaikan
"Baru ada 11 KIM dari enam Kapanewon yang aktif di bawah pembinaan dan pendampingan Diskominfo Kabupaten Kulonprogo. Target pada tahun 2021 ini bisa terbentuk KIM di setiap Kalurahan di Kabupaten Kulonprogo," ujar Bambang.
BACA JUGA : Seluruh Desa di Sleman Ditargetkan Punya Kelompok
Dalam paparannya, Bambang menjelaskan, bahwa tujuan pembentukan KIM adalah membangun masyarakat yang cerdas dalam mengkonsumsi dan memanfaatkan informasi dalam upaya pemberdayaan masyarakat di kalurahan.
Di era online, semua kegiatan kemasyarakatan, pemerintahan maupun kegiatan lain sangat dibatasi sehingga tidak bisa semua informasi bisa disampaikan ke masyarakat.
"Harapannya, dengan adanya KIM, segala kegiatan aktivitas maupun informasi di kalurahan bisa tersampaikan, tidak hanya di masyarakat satu kalurahan tetapi bisa dinikmati oleh masyarakat yang lebih luas, sehingga KIM dapat berperan di era virtual," jelas Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Kebakaran Al Hidayah Tower Makkah memicu evakuasi jemaah haji Indonesia. PPIH memastikan seluruh jemaah selamat tanpa korban.
Pembangunan Tol Jogja-Solo ruas Trihanggo–Junction Sleman memasuki tahap struktur atas setelah seluruh pekerjaan fondasi atau borepile rampung.
Audi Indonesia meluncurkan The New Audi Q5 Sportback dengan mesin 204 PS, fitur canggih, dan harga mulai Rp1,9 miliar.
Asap muncul di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta akibat kendaraan ground handling bermasalah. Operasional penerbangan tetap normal.
Veda Ega Pratama start dari posisi kesembilan Moto3 Hungaria 2026 usai tampil kompetitif dalam sesi kualifikasi di Balaton Park.