Kebocoran Retribusi Pantai Terungkap, Pemkab Ambil Alih TPR Kemadang
Pemkab Gunungkidul mengambil alih pengelolaan retribusi wisata di TPR Kemadang setelah ditemukan kebocoran penarikan retribusi.
Suasana di Terminal Bus Giwangan, Jogja, Senin (3/6/2019)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Perusahaan Otobus di Gunungkidul meminta adanya kompensasi kepada pemerintah. Tuntutan ini diajukan sebagai dampak adanya pelarangan mudik jelang Lebaran.
Permintaan adanya kompensasi ini disampaikan oleh Direktur Operasional Perusahaan Otobus Maju Lancar, Adi Prasetyo. Menurut dia, rencana pelarangan mudik masih dibahas hingga sekarang. Pasalnya, pelarangan ini akan berdampak terhadap nasib karyawan yang bergerak di bidang transportasi.
“Sudah dua kali Lebaran ini dilarang sehingga pendapatan mereka turun. Kebijakan itu jelas akan memberikan dampak yang besar bagi pengusaha maupun kru angkutan,” katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (13/4/2021).
Ia berharap ada perhatian dari pemerintah apabila kebijakan larangan mudik benar-benar dijalankan. Oleh karenanya, pemerintah harus hadir dengan memberikan jaringan pengamanan sosial, khususnya bagi kru angkutan. “Nasib karyawan angkutan umum mau seperti apa? Jadi harus ada jaring pengaman sosial sebagai bukti Negara hadir dalam memikirkan nasib mereka yang bekerja di sektor angkutan umum,” katanya.
Baca juga: Halau Pemudik Lebaran Wilayah Perbatasan di Bantul Diperketat
Adi menjelaskan, ada sekitar 200 pekerja Maju Lancar yang berpotensi dirumahkan ababila larangan mudik benar-benar diterapkan. “Kami berharap ada kepedulian atau langkah kongkrit untuk memberi dukungan pada awak angkutan yang besok tidak beroperasi karena adanya larangan mudik,” katanya.
Ia menambahkan, hingga saat ini sudah banyak calon penumpang yang bertanya kepastian tentang pelarangan mudik. “Mereka cari kepastian bisa pulang sehingga sudah mulai bertanya untuk persiapan,” katanya.
Kepala Satuan Pelayanan Terminal Dhaksinarga, Wonosari, Sularjo mengatakan, untuk pelarangan mudik akan mengikuti ketentuan dari Pemerintah Pusat. Meski demikian, untuk pelaksanaan tidak bisa berbuat banyak karena terminal di Wonosari hanya menjadi lokasi tujuan pemudik. “Saat akan Lebaran, hanya menerima. Beda cerita kalau usai lebaran, banyak yang berangkat melalui terminal,” katanya.
Meski demikian, lanjut Sularjo, juga akan mempersiapkan, salah satunya memastikan penumpang yang turun tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, di terminal juga disediakan fasilitas pendukung sebagai sarana memutus mata rantai penyebaran virus corona. “Kawasan terminal masuk lokasi wajib pakai masker. Jadi, setiap pengunjung yang datang harus mematuhinya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengambil alih pengelolaan retribusi wisata di TPR Kemadang setelah ditemukan kebocoran penarikan retribusi.
Putra Mahkota Arab Saudi menyampaikan kekhawatiran kepada Donald Trump terkait laporan rencana serangan besar-besaran AS terhadap Iran.
Bank Bantul memeriahkan BCE 2026 dengan layanan perbankan, hiburan, dan dukungan bagi UMKM serta literasi keuangan masyarakat.
Airbus A380 Emirates akan perdana mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada 8 Agustus 2026 untuk mendukung tur pramusim Chelsea vs AC Milan.
Kemenaker akan mengklarifikasi perbedaan data PHK dengan Apindo setelah muncul selisih angka pekerja terdampak sepanjang 2026.
Warga Gowongan dari anak-anak hingga lansia dapat belajar tari klasik Yogyakarta gratis melalui Kampung Menari Hasta Budaya.