Kisah Udi, Petugas yang Berjalan 12 Km Demi Jalur Kereta Aman Dilalui
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Ilustrasi/Antara-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, JOGJA—Epidemiolog Universitas Gajah Mada (UGM) Riris Andono Ahmad mengatakan Pemda DIY perlu mempertimbangkan lagi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) serentak mulai Juli nanti karena saat ini pelunaran virus Corona di DIY masih cukup tinggi.
“Sekarang jika dibandingkan dengan tempat lain, kita menjadi relatif tinggi karena insiden rate-nya masuk CT2. Kalau masih ada community transmission, ada penularan aktif yang sudah terjadi, belum terkendali, apalagi kalau kemudian masuk dalam kategori lebih tinggi lagi. [saat ini] Masih perlu dikendalikan penularannya,” kata Doni.
BACA JUGA: SD & SMP di Sleman Pasti Dibuka Juli Tanpa Uji Coba
Menurut pria yang akrab disapa Doni ini, pembelajaran tatap muka untuk anak anak lebih cepat dibuka karena resiko penularan anak lebih kecil.
DIY, kata dia, sebenarnya sudah mengantisipasi ini dengan adanya vaksinasi guru dan tenaga kependidikan. Tapi bukti juga menunjukan dengan meningkatnya cominity transmission, tansmisi di anak-anak juga berpotensi terjadi.
“Jadi peningkatan tranmisi komunitas juga harus dipertimbangkan apakah sekolah akan dibuka atau tidak. Di Eropa pun kalau terjadi lockdown atau pembatasan, sekolah akan ditutup juga,” ucap Doni.
Dengan kondisi tersebut semestinya Pemda DIY perlu mempertimbangkan lagi pembelajaran tatap muka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
SDN Purwosari memanfaatkan sekitar 600 galon bekas untuk kebun sekolah. Siswa belajar bertani, mengolah limbah, dan mengenal ketahanan pangan.
Sahran Hadziq meraih gelar doktor hukum di FH UII lewat disertasi tentang sistem pemidanaan nasional berbasis kearifan lokal masyarakat adat Bali.
Perpres Ojol Nomor 27 Tahun 2026 mengatur komisi pengemudi, perlindungan sosial, transparansi biaya, dan layanan pengaduan konsumen.
Hasto Wardoyo meminta seluruh kemantren di Jogja meniru program Bapak Asuh Trotoar untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan trotoar
Amnesty International mendesak negara-negara menentang sanksi AS terhadap ICC demi menjaga akuntabilitas dan keadilan internasional.