Sekolah DIY Dibuka Juli, Ini Wanti-Wanti Epidemiolog UGM

Ilustrasi - Antara/Aloysius Jarot Nugroho
19 April 2021 21:07 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Epidemiolog Universitas Gajah Mada (UGM) Riris Andono Ahmad mengatakan Pemda DIY perlu mempertimbangkan lagi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) serentak mulai Juli nanti karena saat ini pelunaran virus Corona di DIY masih cukup tinggi.

“Sekarang jika dibandingkan dengan tempat lain, kita menjadi relatif tinggi karena insiden rate-nya masuk CT2. Kalau masih ada community transmission, ada penularan aktif yang sudah terjadi, belum terkendali, apalagi kalau kemudian masuk dalam kategori lebih tinggi lagi. [saat ini] Masih perlu dikendalikan penularannya,” kata Doni.

BACA JUGA: SD & SMP di Sleman Pasti Dibuka Juli Tanpa Uji Coba

Menurut pria yang akrab disapa Doni ini, pembelajaran tatap muka untuk anak anak lebih cepat dibuka karena resiko penularan anak lebih kecil.

DIY, kata dia, sebenarnya sudah mengantisipasi ini dengan adanya vaksinasi guru dan tenaga kependidikan. Tapi bukti juga menunjukan dengan meningkatnya cominity transmission, tansmisi di anak-anak juga berpotensi terjadi.

“Jadi peningkatan tranmisi komunitas juga harus dipertimbangkan apakah sekolah akan dibuka atau tidak. Di Eropa pun kalau terjadi lockdown atau pembatasan, sekolah akan ditutup juga,” ucap Doni.

Dengan kondisi tersebut semestinya Pemda DIY perlu mempertimbangkan lagi pembelajaran tatap muka.