HARIAN JOGJA HARI INI: Masyarakat Abai, Satgas Tak Maksimal

Harian Jogja hari ini, Rabu (21/4/2021). - epaper Harian Jogja
21 April 2021 09:07 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Masyarakat Abai, Satgas Tak Maksimal
JOGJA—Warga di DIY dinilai mulai abai menjalankan protokol kesehatan (prokes), dan di saat sama pengawasan Satgas Covid-19 tingkat Kapanewon tidak berjalan maksimal. Akibatnya, muncul sejumlah klaster baru penularan Covid-19.

Calon Menteri Kurang Meyakinkan
JAKARTA—Sejumlah nama dikaitkan dengan reshufp e kabinet oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, sejumlah tokoh yang masuk bursa menteri untuk reshufp e dinilai tak meyakinkan.

Pandemi di Rumah Saja, Kurangi Rebahan
Meski disarankan banyak beraktivitas dari rumah, tetapi hal ini bukan berarti masyarakat mengurangi aktivitas fi sik. Penelitian mengungkapkan bahwa banyak berbaring justru meningkatkan risiko keparahan ketika terpapar Covid-19.

Mengantar Dua Warga Lansia, Bisa Ikut Divaksin
UMBULHARJO—Warga Kota Jogja bisa ikut vaksinasi Covid-19 tahap dua meski tak masuk kelompok prioritas. Caranya dengan mengantar dua warga lansia vaksinasi pada malam hari.

Kalurahan Wajib Miliki Perdes Pemanfaatan TKD
SLEMAN—Dari 392 kalurahan di DIY, sebanyak 70 di antaranya belum memiliki Peraturan Desa (Perdes) Pemanfaatan Tanah Kas Desa (TKD). Selama belum memiliki perdes, maka kalurahan tersebut belum dapat mengakses Dana Keistimewaan (Danais).

Guru Honorer Minta Dijadikan PHL
BANTUL—Belasan guru dan tenaga kependidikan honorer nonkategori (GTKHNK) 35+ di Bantul  mendatangi Kantor DPRD Bantul, Selasa (20/4). Mereka datang untuk mendorong dan berkeluh kesah terkait dengan status mereka yang sampai saat ini belum bisa diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) maupun lolos dalam program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K)

Pengelolaan Dana Desa Harus Sesuai Aturan
PANJATAN—Anggota DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas berharap tak ada permasalahan terkait dengan pertanahan dan penggunaan dana desa (DD) di Kulonprogo. Pemerintah di tingkat kalurahan, harus bisa mempertanggungjawabkan penggunaan dana, terutama untuk pembangunan.

Tim Medis Telusuri Kontak Erat
PANGGANG—Jumlah warga yang tertular Covid-19 dari klaster takziah di Dusun Panggang I, Giriharjo, Panggang dan mitoni di Dusun Ngasem, Getas, Playen terus bertambah. Tim medis terus melakukan tracing untuk menekan persebaran kasus

Mudik ke Klaten Wajib Karantina
KLATEN—Pemkab Klaten akan mewajibkan para pemudik yang nekat datang ke Klaten untuk menjalani karantina terlebih dahulu
dengan biaya sendiri.

Capai Semifi nal, Bos PSS Anggap Bonus
SLEMAN—PSS terhenti di babak semifi nal Piala Menpora 2021.

Pasar Mobil Mewah Masih Meriah
JAKARTA—Kendati tak mendapatkan insentif pajak pembelian atas barang mewah (PPnBM), mobil premium di Indonesia mencatatkan peningkatan penjualan per Maret 2021.

Jejak Menginspirasi Kartini Masa Kini
Setiap 21 April, Bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini. Pada tanggal itulah lahir sosok perempuan yang memperjuangkan hak-hak kesetaraan bagi perempuan di Indonesia.

Dorong Kesetaraan Gender di Keluarga
Dalam setiap kesempatan, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara terus mendorong kalangan perempuan untuk bisa mandiri dan memiliki ketangguhan ketika menjalankan tugasnya sebagai ibu, istri, maupun membangun kariernya sendiri. Hal ini ia pelajari dari keluarganya yang tidak pernah membeda-bedakan peran perempuan di rumah maupun di masyarakat.

Suami Ibarat Kepala, Istri adalah Lehernya
Di samping berbagai aktivitasnya sebagai wanita karier, GKR Bendara menyadari dia juga memiliki tugas lain sebagai seorang istri.
Dia tetap mendampingi suaminya yang juga bekerja sebagai seorang pegawai negeri sipil.

Menyemangati Perempuan agar Berdaya
Suaranya menggebu saat membicarakan soal perempuan. Baginya perempuan harus berdaya di keluarga, lingkungan sosial, maupun ekonomi. Itulah yang terus diperjuangkan Tri Kirana Muslidatun, istri Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti ini. Ia tidak pernah lelah terjun ke tengah masyarakat, menyemangati para kaum perempuan

Babat Alas Mandalika hingga Borobudur Highland
Kata kunci dalam sebuah upaya pembangunan kawasan pariwisata adalah dampak positifnya yang harus bisa dirasakan masyarakat sekitar kawasan tersebut. Bagi Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB), Indah Juanita, betapapun, dalam sebuah proyek pembangunan, masyarakat sekitar tidak boleh hanya menjadi penonton.

Menjadi Visioner dan Tak Sungkan Belajar
Selalu melihat ke depan dan tak sungkan belajar dari mana saja menjadi kebiasaan yang diterapkan oleh Dian Ariani, Direktur Kepatuhan Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY. Hal ini yang selalu ia implementasikan dalam meminimalkan risiko
perbankan, sehingga Bank BPD DIY bisa menjadi bank yang terdepan.

Saatnya Berdaya Berkiprah di Segala Bidang
Bagi sebagian kaum perempuan, politik dan berbagai intrik yang selalu menyertainya merupakan dunia yang tak banyak dilirik sebagai jalan hidup. Namun bagi Akhir Nuryati, melalui politik inilah dia mampu memperjuangkan hak, sekaligus menunjukkan bahwa perempuan mampu berdaya, bahkan memimpin. Seperti apa sepak terjang perempuan yang kini menjabat sebagai ketua DPRD Kulonprogo ini?

Demokrasi Seharusnya Memperjuangkan Perempuan
Semakin tinggi pohon, semakin kencang terpaan angin. Agar bisa bertahan tidak mudah roboh, akar penyangga pohon haruslah kuat. Prinsip ini yang dipegang Endah Subekti Kuntariningsih sebagai politikus perempuan di Gunungkidul. Ia pun banyak menyoroti lemahnya “akar” para perempuan menembus dunia politik.

Lebih lengkap Anda dapat membaca Harian Jogja dalam versi cetak. Dapatkan Harian Jogja dengan harga Rp3.000 di agen terdekat.

Anda juga dapat mengakses Harian Jogja versi digital dengan berlangganan di epaper.harianjogja.com.

Selamat membaca. Harian Jogja, berbudaya, membangun kemandirian.

Sumber : epaper Harian Jogja