Vaksinasi Two in One di Jogja Batal Terlaksana

Ilustrasi Vaksin COVID-19. - FOTO ANTARA /Irwansyah Putra
22 April 2021 21:57 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Vaksinasi massal untuk lansia di Kota Jogja batal berlangsung. Hal ini juga berarti vaksinasi two in one tidak akan terlaksana. Vaksin two in one merupakan vasilitas vaksin untuk masyarakat yang mengantar lansia minimal dua orang pada acara vaksinasi massal. Meski orang tersebut tidak masuk dalam prioritas vaksin, dia mendapat vaksin karena mengantar lansia.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani, tidak berlangsungnya vaksinasi massal yang rencananya berlangsung pada malam hari lantaran minim pendaftar. Apabila dikalkulasikan, jumlah antara lansia yang divaksin dengan petugas, sarana prasarana dan lainnya tidak sebanding.

"Tapi ternyata peminatnya sedikit, jadi kembali ke layanan fasilitas kesehatan (faskes) dan berlangsung pagi hari. Tidak memenuhi kuota dan kami alihkan. Ternyata lansia lebih seneng vaksin di puskesmas," kata Emma, Kamis (22/4/2021). "Bukan kami batalkan, kami alihkan ke faskes terdeka," katanya.

BACA JUGA: Vaksinasi Lansia DIY Bisa Lewat Traveloka, Begini Caranya

Salah satu dugaan sepinya peminat vaksinasi massal untuk lansia terkait mobilitas. Tidak semua lansia memiliki akses yang baik untuk bepergian. Sementara untuk vaksinasi di faskes terdekat untuk lansia, perhari bisa capai 1.400 dosis, kecuali hari Minggu saat layanan tutup.

Data per 21 April 2021, lansia yang telah mendapat vaksin dosis pertama di Kota Jogja sejumlah 25.384 orang. Untuk penerima dosis kedua sejumlah 13.219 orang. Adapun pendaftar vaksin untuk lansia di Kota Jogja sekitar 60.000, melebihi target dari pemerintah pusat pada angka 46.000.

"[Capaian vaksinasi lansia] Kota Jogja termasuk sepuluh besar nasional, karena sudah lebih dari 30 persen," kata Emma.

Bahkan dalam hitungan target dari pusat, capaian vaksin di Kota Jogja capai 50 persen. Emma berharap Juni 2021 vaksinasi untuk lansia bisa selesai.

Terkait stok vaksin, Emma mengatakan saat ini masih aman. Beberapa waktu sebelumnya ada tambahan vaksin dari pusat sekitar 35.000 dosis. "Kalau dengan stok vaksin kami tidak khawatir, semakin cepat dihabiskan, semakin cepat [pula] datang dari pusat," kata Emma.